ANGIN BERITA – Seluruh mata dunia hari ini tertuju ke Bangkok, Thailand, saat Upacara Pembukaan resmi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-33 dilangsungkan dengan meriah di Stadion Nasional Rajamangala. Acara kolosal yang dimulai pada pukul 19.00 Waktu Setempat (19.00 WIB) ini secara resmi menandai dimulainya kompetisi olahraga terbesar di kawasan ASEAN yang akan berlangsung hingga 20 Desember 2025.
Namun, di balik kemegahan pertunjukan yang sarat budaya dan teknologi canggih dari Negeri Gajah Putih, sorotan tajam tertuju pada langkah-langkah keamanan. Khususnya, Pemerintah Thailand telah mengerahkan protokol keamanan ekstra ketat dan berlapis, yang secara eksplisit difokuskan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan kontingen Kamboja, sehubungan dengan eskalasi ketegangan perbatasan yang belum lama ini terjadi antara kedua negara.
Jaminan Keamanan Penuh di Tengah Ketegangan Politik
Keputusan Kamboja untuk tetap berpartisipasi dalam SEA Games 2025 di Thailand patut diacungi jempol sebagai simbol semangat sportivitas dan persatuan ASEAN. Namun, hal ini terjadi hanya berselang sehari setelah insiden bentrokan militer di wilayah perbatasan yang disengketakan, memicu kekhawatiran serius mengenai potensi ancaman keamanan.
Juru Bicara Komite Penyelenggara SEA Games Thailand (THAIOC), dalam konferensi pers darurat yang diadakan Senin malam, menegaskan bahwa pemerintah Thailand menempatkan keselamatan seluruh delegasi peserta sebagai prioritas tertinggi, dan memberikan jaminan keamanan setara bahkan lebih untuk tim Kamboja.
“SEA Games adalah panggung persahabatan regional, dan perbedaan politik harus dikesampingkan. Kami telah meningkatkan koordinasi antara Kepolisian Kerajaan Thailand, Militer, dan unit intelijen untuk memastikan tidak ada insiden yang mengganggu delegasi dari negara mana pun, khususnya Kamboja,” ujar Juru Bicara tersebut.
Tindakan konkret yang dilakukan mencakup:
- Pengawalan Khusus: Kontingen Kamboja, mulai dari atlet, ofisial, hingga Menteri Olahraga, akan mendapatkan pengawalan militer dan polisi khusus 24 jam sehari, baik dalam perjalanan dari dan menuju venue, maupun di Wisma Atlet.
- Zona Eksklusif: Pihak berwenang dilaporkan telah menyiapkan zona akomodasi yang terpisah dan terisolasi di Wisma Atlet dengan akses terbatas. Area ini dilengkapi dengan sistem pengawasan CCTV tingkat tinggi dan penjagaan personel yang diperbanyak.
- Penyaringan Ketat: Selain pemeriksaan keamanan biasa, penyaringan penonton, terutama di tribun yang berdekatan dengan area defile Kamboja dalam Upacara Pembukaan, dilakukan dengan sangat detail untuk mencegah provokasi atau insiden yang tidak diinginkan.
Menteri Luar Negeri Thailand, dalam sebuah pernyataan terpisah, bahkan secara langsung menghubungi Duta Besar Kamboja untuk meyakinkan kembali komitmen Thailand untuk memperlakukan atlet Kamboja dengan rasa hormat dan setara, serta menjamin bahwa tujuan mereka di Bangkok murni hanya untuk berkompetisi.
Kemegahan Upacara Pembukaan dan Pesan Perdamaian
Upacara Pembukaan SEA Games ke-33 di Rajamangala malam ini menampilkan perpaduan memukau antara tradisi Thailand yang kaya dengan teknologi panggung modern. Dengan tema utama “The Green Games: Unity and Sustainability,” Thailand ingin mengirimkan pesan penting tentang persatuan regional dan kesadaran lingkungan.
Stadion Rajamangala, yang berkapasitas lebih dari 49.000 penonton, dipenuhi cahaya dan warna saat ribuan penampil menampilkan tarian tradisional Khon yang ikonik, diiringi oleh orkestra piphat dan dilengkapi dengan proyeksi video mapping 3D di permukaan lapangan. Puncak acara, yang dinantikan seluruh dunia, adalah Defile Atlet dari 11 negara Asia Tenggara.
Ketika kontingen Kamboja memasuki arena, mereka disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton. Meskipun ada kekhawatiran sebelumnya bahwa beberapa warga Kamboja mungkin membatalkan partisipasi mereka di beberapa cabang olahraga karena masalah keamanan, penampilan mereka dalam defile malam ini adalah penegasan kuat bahwa olahraga harus tetap berada di atas konflik.
Tantangan dan Harapan Regional
SEA Games 2025 mempertandingkan 50 cabang olahraga dengan total 574 nomor pertandingan. Bagi Indonesia, kontingen Merah Putih berangkat dengan target yang ambisius. Setelah penambahan anggaran yang signifikan dari pemerintah, Indonesia berhasil mengirimkan sekitar 700–800 atlet, dan menargetkan kembali masuk dalam posisi tiga besar perolehan medali, meskipun beberapa cabang olahraga unggulan Indonesia tidak dipertandingkan tahun ini.
Dengan dimulainya secara resmi pesta olahraga ini, harapan terbesar bagi seluruh negara anggota ASEAN adalah bahwa persaingan yang sehat di lapangan dapat menjadi katalis untuk meredakan ketegangan di kawasan, khususnya antara Thailand dan Kamboja. Jaminan keamanan ketat dari Thailand untuk Kamboja adalah langkah diplomatis yang penting, mengubah stadion menjadi arena netral di mana bendera persahabatan dikibarkan lebih tinggi daripada bendera persengketaan.

