ANGIN BERITA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah memacu proyek revitalisasi besar-besaran terhadap 897 satuan pendidikan di Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk memulihkan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam, sekaligus meningkatkan kualitas sarana belajar secara nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa seluruh proses pengerjaan fisik ditargetkan selesai sepenuhnya (100 persen) pada akhir Januari 2026. Dengan target tersebut, diharapkan seluruh sekolah sudah dapat digunakan secara optimal untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) yang lebih berkualitas mulai Februari mendatang.
Komitmen Anggaran dan Cakupan Proyek
Pemerintah mengalokasikan anggaran yang cukup fantastis untuk program ini, yakni mencapai Rp852 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk memperbaiki kerusakan bangunan, memperbarui ruang kelas, serta menyediakan fasilitas pendukung di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Kami terus berkoordinasi dengan Dirjen PAUD PDM untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Target kami adalah akhir Januari 2026 semuanya sudah beres 100 persen,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau progres revitalisasi di SMKN 7 Medan, Minggu (4/1/2026).
Khusus untuk Kota Medan, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp47,4 miliar untuk merevitalisasi 48 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, tercatat 21 sekolah telah rampung 100 persen, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian akhir (finishing) dengan progres di atas 95 persen.
Transformasi Digital di Tengah Revitalisasi
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, program revitalisasi ini juga dibarengi dengan transformasi digital pendidikan. Sebagai bagian dari upaya modernisasi, pemerintah telah mendistribusikan sebanyak 17.073 Panel Interaktif Digital (PID) ke berbagai sekolah di Sumatera Utara.
Panel pintar ini berfungsi sebagai pengganti papan tulis konvensional, yang memungkinkan guru dan siswa mengakses konten pembelajaran multimedia secara interaktif. Di Kota Medan sendiri, sebanyak 2.047 unit PID telah mendarat di sekolah-sekolah, mencakup:
- SD: 912 unit
- SMP: 416 unit
- PAUD: 359 unit
- SMA/SMK: 326 unit
“Revitalisasi fisik harus dibarengi dengan kualitas pembelajaran. Digitalisasi ini adalah kunci agar siswa di Sumatera Utara bisa bersaing secara global,” tambah Mu’ti.
Tantangan dan Progres Lapangan
Hingga awal Januari 2026, data Kemendikdasmen menunjukkan bahwa progres total revitalisasi di Sumatera Utara secara rata-rata telah mencapai angka yang signifikan, meski beberapa titik masih perlu dikebut. Tercatat ada sekitar 431 sekolah yang saat ini pembangunannya masih di bawah angka 95 persen karena faktor cuaca dan aksesibilitas wilayah terdampak bencana.
Namun, Mendikdasmen optimis sisa waktu tiga minggu di bulan Januari cukup untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah serta melibatkan pengawasan dari masyarakat agar kualitas bangunan tetap terjaga meski dikerjakan dengan tempo cepat.
Langkah percepatan ini juga merupakan bagian dari program besar Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi. Secara nasional, pada tahun 2025 saja, pemerintah telah menyasar 16.175 sekolah dengan total alokasi dana Rp16,9 triliun. Untuk tahun 2026, target tersebut akan ditingkatkan secara signifikan menjadi 71.000 sekolah di seluruh Indonesia.
Harapan bagi Siswa dan Guru
Dengan selesainya proyek ini di akhir Januari, ribuan siswa di Sumatera Utara yang sebelumnya harus belajar di fasilitas darurat atau ruang kelas yang rusak dapat segera menikmati ruang kelas yang baru dan nyaman.
“Harapan kami, pada semester kedua yang dimulai awal tahun ini, semangat belajar anak-anak kembali pulih. Sekolah bukan lagi sekadar tempat belajar, tapi tempat yang aman dan membanggakan bagi mereka,” tutup Abdul Mu’ti.
Pihak sekolah dan wali murid menyambut baik langkah taktis ini. Mereka berharap agar pemeliharaan fasilitas setelah revitalisasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah, sehingga aset pendidikan yang telah dibangun dengan dana besar tersebut dapat bertahan lama dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

