PBNU Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh

PBNU Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh

ANGIN BERITA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan signifikan kepada korban bencana alam di Provinsi Aceh. Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil dari keputusan dan penggalangan dana yang dilakukan pada Rapat Pleno PBNU yang digelar pada awal Desember 2025. Bantuan ini tidak hanya mencerminkan kepedulian organisasi Islam terbesar di Indonesia, tetapi juga menunjukkan bagaimana NU berperan aktif dalam upaya solidaritas sosial yang nyata di tengah krisis bencana yang melanda Aceh.

Latar Belakang Bencana di Aceh

Provinsi Aceh bersama beberapa wilayah di Pulau Sumatra, termasuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat, tengah berada dalam masa pemulihan pascabanjir besar dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Bencana hidrometeorologi ini menyebabkan kerusakan infrastruktur memadai, mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan keluarga mereka, serta memaksa ratusan ribu jiwa mengungsi di sejumlah kabupaten/kota. Kondisi darurat ini telah memicu reaksi cepat dari berbagai kalangan, dari pemerintah pusat dan daerah hingga organisasi kemasyarakatan dan lembaga sosial.

Rapat Pleno PBNU: Awal Aksi Kemanusiaan

Pada Rapat Pleno PBNU yang dilaksanakan di Jakarta pada 9 Desember 2025, jajaran pengurus PBNU mengadakan penggalangan dana sebagai bagian dari pembukaan acara yang juga diisi oleh doa bersama dan istighosah untuk para korban bencana. Dalam forum tersebut, para sesepuh dan pimpinan NU menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan amanah penting dalam ajaran Islam serta nilai inti organisasi NU.

Hasilnya, terkumpul dana sekitar Rp 2 miliar yang berasal dari partisipasi pengurus PBNU, badan otonom, cabang NU, serta dermawan lain yang tergerak untuk membantu warga terdampak. Dari jumlah tersebut, diputuskan bahwa sebesar Rp 1 miliar akan dialokasikan khusus untuk Aceh mengingat bobot dampak bencana di wilayah ini tergolong berat, sedangkan sisanya akan diberikan kepada korban di Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing‑masing sebesar Rp 500 juta.

Penyerahan Bantuan: Uang Tunai dan Paket Sembako

Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, didampingi pengurus wilayah setempat, menyerahkan bantuan secara simbolis di Pesantren Dayah Ummul Ayman, Samalanga, Kabupaten Bireuen, Aceh. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai Rp 1 miliar serta 3.000 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar korban seperti pangan dan kebutuhan hidup lainnya di masa krisis.

Dalam sambutannya, Kiai Zulfa menekankan bahwa dana besar tersebut dihimpun melalui solidaritas para nahdliyin di seluruh Indonesia yang terpanggil oleh rasa kemanusiaan dan semangat gotong royong untuk membantu sesama. Ia berharap bantuan yang disalurkan walaupun belum mencakup seluruh kebutuhan, namun diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh yang sedang berjuang bangkit dari musibah ini.

Peran NU di Lapangan dan Penyaluran Berjenjang

Penyaluran bantuan dilakukan melalui struktur PBNU di tingkat wilayah (PWNU) Aceh, yang dianggap paling memahami kondisi dan kebutuhan riil di lapangan. Ketua PWNU Aceh, Tengku Faisal M Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan PBNU kepada masyarakat Aceh, khususnya warga Nahdliyin yang turut terdampak. Kolaborasi ini dinilainya sangat membantu proses pemulihan di tengah keterbatasan akses dan situasi daerah yang masih menantang.

Rais Syuriah PWNU Aceh, Tengku H Wales Nuruzahri Yahya, menegaskan bahwa bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke cabang‑cabang NU yang terdampak, sehingga masyarakat yang benar‑benar membutuhkan bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Pengiriman paket sembako dan pendistribusian dana dilakukan secara bertahap dan tersebar guna menjangkau daerah‑daerah terpencil yang sulit diakses.

Selain itu, PBNU juga mengerahkan elemen lain melalui relawan dan satuan tugas NU Peduli, termasuk lembaga seperti LPBI, LazisNU, dan GP Ansor. Tim‑tim ini bergerak di lapangan membantu kegiatan logistik, pendirian posko, dukungan psikososial, serta penyediaan bantuan lain di lokasi terdampak.

Solidaritas Lintas Elemen dan Harapan Pemulihan

Penyaluran bantuan oleh PBNU ini juga mendapat dukungan dari berbagai golongan masyarakat dan organisasi lain yang bergerak membantu korban bencana. Selain PBNU, sejumlah lembaga lokal dan nasional turut menyalurkan bantuan berupa sembako, dana, dan tenaga relawan ke Aceh dan wilayah terdampak lainnya. Aksi kemanusiaan ini memperlihatkan solidaritas luas antar masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana.

Ke depan, PBNU menyatakan komitmennya untuk terus menggalang dana dan menyelenggarakan program bantuan jangka panjang sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Aceh untuk kembali pulih dan membangun kehidupan normal mereka. Harapan besar tersemat agar bantuan ini tidak hanya menjadi respons sesaat, tetapi bagian dari kerja berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan.