ANGIN BERITA – Australia kembali diguncang cuaca ekstrem ketika badai musim semi melanda Negara Bagian Queensland, Senin malam (24 November 2025). Hujan es berukuran besar, bahkan mencapai diameter 14 sentimeter, dilaporkan turun di wilayah Brisbane dan sekitarnya, menimbulkan kerusakan parah pada mobil, atap rumah, panel surya, serta infrastruktur listrik.
Menurut Biro Meteorologi Australia (BOM), hujan es dengan ukuran luar biasa tersebut merupakan bagian dari sistem badai hebat yang menyapu kawasan Queensland bagian tenggara. Stasiun cuaca mencatat angin dengan kecepatan mencapai 100 km per jam, serta lebih dari 800 ribu sambaran petir selama periode badai.
Tak hanya hujan es, badai ini juga membawa angin kencang yang merobohkan tiang listrik dan menyebabkan pemadaman besar-besaran. Energex, distributor energi lokal, melaporkan setidaknya 600 tiang listrik tumbang, yang berdampak pada sekitar 95.000 rumah tanpa pasokan listrik.
Kerusakan di Rumah dan Kendaraan
Ukuran hujan es yang ekstrem ini menyebabkan kerusakan yang cukup serius. Di Brisbane, banyak pemilik mobil melaporkan kaca jendela pecah, bodi penyok, dan kerusakan lain akibat hantaman bongkahan es yang sangat besar.
Selain itu, atap rumah turut menjadi korban. Banyak warga yang melaporkan genteng atau bagian atap tercabut, jendela pecah, bahkan panel surya pada atap rumah rusak parah.
Respons darurat pun langsung berjalan. Layanan darurat negara bagian (State Emergency Service, SES) menerima ribuan panggilan bantuan dari warga yang rumah dan fasilitas mereka rusak berat.
Sekolah Ditutup dan Transportasi Terganggu
Badai juga berdampak pada sektor pendidikan dan transportasi. Sebanyak 11 sekolah negeri ditutup pasca badai karena kerusakan bangunan dan atap.
Sementara itu, layanan kereta api dan penerbangan juga terganggu. Jalur kereta terhenti sementara, dan sejumlah penerbangan harus dibatalkan atau dijadwal ulang karena kondisi cuaca ekstrem.
Apakah Ini Badai Tunggal atau Pola Cuaca Baru?
Bencana hujan es kali ini bukan insiden tunggal. Menurut laporan media, ini sudah menjadi gelombang badai besar keenam dalam beberapa minggu terakhir yang melanda wilayah tenggara Queensland.
Ahli meteorologi memperingatkan bahwa perubahan iklim bisa membuat fenomena badai seperti ini menjadi lebih sering. Seiring atmosfer yang semakin mengandung uap air dan energi, potensi terbentuknya badai supercell jenis badai yang mampu menghasilkan hujan es besar akan meningkat.
Namun, ada juga argumen sebaliknya: udara yang lebih hangat dapat menyebabkan hujan es mencair lebih cepat sebelum mencapai tanah, sehingga ukuran bongkahan es bisa lebih kecil meski kondisi badai tetap kuat.
Suasana Warga dan Cerita dari Lapangan
Di media sosial, banyak warga Queensland membagikan foto dan video bongkahan es yang “sekitar sebesar tangan” atau lebih. Beberapa melaporkan bahwa mereka belum pernah melihat hujan es sebesar itu dalam hidup mereka.
Sementara itu, menurut pernyataan dari ahli di ABC, badai susulan diprakirakan masih akan terjadi di bagian tenggara Queensland dan bahkan menjalar ke New South Wales bagian timur laut. Tingginya kelembapan dan cuaca panas diperkirakan memperkuat potensi badai hari-hari ke depan.
BOM juga telah mengeluarkan peringatan gelombang panas ekstrem untuk bagian utara Queensland, di mana suhu diperkirakan bisa melewati 40 derajat Celcius, menambah potensi risiko kesehatan bagi penduduk.

