Mencekam! Ekskavator Terlepas di Tanjakan Mengker Bogor, Hantam 6 Kendaraan Beruntun

Mencekam! Ekskavator Terlepas di Tanjakan Mengker Bogor, Hantam 6 Kendaraan Beruntun

ANGIN BERITA – Suasana Sabtu pagi di Jalan Raya Jonggol-Cariu, tepatnya di Tanjakan Mengker, Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, berubah menjadi mencekam pada 3 Januari 2026. Sebuah alat berat jenis ekskavator (beko) yang tengah diangkut oleh truk trailer terlepas dari dudukannya, meluncur tak terkendali, dan menghantam sedikitnya enam kendaraan lain di jalur yang dikenal rawan tersebut.

Kronologi Kejadian: Hilangnya Keseimbangan di Jalur Menurun

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Berdasarkan keterangan dari Satlantas Polres Bogor, kecelakaan bermula saat truk trailer Scania yang mengangkut ekskavator PC 300 melaju dari arah Jonggol menuju arah Cariu. Saat memasuki area Tanjakan Mengker yang memiliki kontur jalan menurun tajam dan menikung ke kiri, situasi berubah menjadi bencana.

Diduga karena pengikatan muatan yang kurang sempurna atau kehilangan keseimbangan saat manuver di tikungan, ekskavator seberat puluhan ton tersebut tiba-tiba terlepas ke sisi kanan jalan. Alat berat tersebut kemudian meluncur dan menghantam deretan kendaraan yang datang dari arah berlawanan secara beruntun.

“Setibanya di lokasi, muatan alat berat ekskavator tersebut terlepas dari trailer yang mengangkutnya ke sebelah kanan,” ujar Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, dalam keterangan resminya.

Daftar Kendaraan yang Terlibat

Ekskavator yang terlepas pertama kali menghantam bagian belakang kanan sebuah Mitsubishi Xpander. Laju alat berat yang belum terhenti kemudian menabrak bagian depan Mitsubishi L300 Box. Akibat benturan keras tersebut, L300 terdorong ke belakang dan menyenggol seorang pengendara Honda BeAT.

Efek domino berlanjut ketika alat berat kembali menghantam Datsun Go Panca. Kendaraan Datsun ini mengalami kerusakan paling parah hingga terdorong mundur dan menabrak dua kendaraan di belakangnya secara berurutan, yakni Toyota Calya dan Daihatsu Xenia. Total terdapat 7 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini, termasuk truk trailer pengangkut.

Kondisi Korban dan Kerugian Materiil

Beruntung, meski melibatkan alat berat dengan dampak benturan yang hebat, pihak kepolisian mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Lima orang dilaporkan mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RSUD RH Satibi (RSUD Cileungsi) untuk mendapatkan penanganan medis.

Daftar korban luka meliputi:

  1. Inisial A (Sopir L300): Luka memar pada bagian leher dan kaki kanan.

  2. Inisial N (Sopir Datsun Go): Luka sobek pada bagian hidung dan memar kaki kiri.

  3. RA, SM, dan SNF (Penumpang Datsun Go): Mengalami luka memar pada bagian kening, bahu, dan tulang rusuk.

Pihak kepolisian menaksir kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan mencapai sekitar Rp35 juta. Beberapa mobil tampak ringsek di bagian depan dan samping, bahkan ada yang terperosok ke tepi parit akibat kerasnya hantaman ekskavator.

Dampak Lalu Lintas dan Penanganan

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan panjang di jalur Transyogi (Jonggol-Cariu) selama beberapa jam. Sekretaris Kecamatan Jonggol, Gogo Badarudin, menyebutkan antrean kendaraan sempat mencapai panjang tiga kilometer karena posisi ekskavator yang menutupi sebagian badan jalan.

Proses evakuasi melibatkan Unit Laka Lantas Polres Bogor, Polsek Jonggol, Koramil, hingga Satpol-PP. Petugas harus mendatangkan alat angkut khusus untuk memindahkan ekskavator yang tergeletak di jalan agar arus lalu lintas bisa kembali normal.

Penyidikan Polisi

Hingga saat ini, pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap penyebab pasti terlepasnya muatan tersebut. Truk trailer dan sopirnya telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian dalam prosedur keamanan pengangkutan alat berat (lashing) yang tidak kuat menahan beban saat melintasi medan jalan yang ekstrem.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengusaha angkutan alat berat untuk selalu memastikan standar keselamatan muatan, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan di wilayah Bogor.