IPO Terbesar Sejarah SpaceX Incar Valuasi $1,5 Triliun Didorong Starlink & Starship

IPO Terbesar Sejarah? SpaceX Incar Valuasi $1,5 Triliun Didorong Starlink & Starship

ANGIN BERITA – Perusahaan eksplorasi antariksa revolusioner milik Elon Musk, Space Exploration Technologies Corp. (SpaceX), dikabarkan sedang mempercepat persiapan untuk melantai di bursa saham melalui aksi Initial Public Offering (IPO) yang diprediksi akan menjadi transaksi terbesar dalam sejarah pasar modal global. Sumber-sumber terpercaya yang dekat dengan perusahaan menyebutkan bahwa SpaceX menargetkan valuasi yang ambisius, berpotensi mencapai $1,5 triliun, dengan tujuan menghimpun dana segar lebih dari $30 miliar.

Langkah berani ini, yang diproyeksikan akan terlaksana paling cepat pada pertengahan hingga akhir tahun 2026 atau awal 2027, akan menempatkan SpaceX setara dengan raksasa teknologi terbesar di dunia. Jika target valuasi $1,5 triliun tercapai, IPO SpaceX akan melampaui rekor IPO Facebook (kini Meta) pada 2012 yang saat itu bernilai $104 miliar, dan bahkan berpotensi menyaingi, atau melampaui, IPO Saudi Aramco pada 2019 yang menggalang dana $29 miliar dengan valuasi $1,7 triliun.

Katalis Utama: Starship dan Starlink

Potensi valuasi astronomis ini tidak hanya didukung oleh bisnis peluncuran roket tradisional SpaceX yang telah teruji dengan Falcon 9 dan kontrak-kontrak penting dari NASA dan militer AS, tetapi terutama didorong oleh dua proyek andalannya yang mengubah permainan: Starship dan Starlink.

  1. Starlink: Layanan internet satelit pita lebar global ini telah menjadi penyumbang pendapatan terbesar SpaceX. Dengan puluhan ribu satelit yang telah diluncurkan ke orbit rendah Bumi (LEO), Starlink telah berhasil menarik jutaan pelanggan di seluruh dunia. Rencana ekspansi layanan Starlink untuk menyediakan koneksi langsung ke perangkat seluler (direct-to-cell) akan secara masif memperluas pasar yang dapat dijangkau (Addressable Market), yang menjadi salah satu faktor kunci perhitungan valuasi. Elon Musk sendiri menegaskan bahwa pertumbuhan valuasi perusahaan adalah fungsi dari kemajuan Starlink dan Starship.
  2. Starship: Roket super berat yang sepenuhnya dapat digunakan kembali ini, dirancang untuk misi ke Bulan dan Mars, dipandang sebagai infrastruktur masa depan untuk eksplorasi antariksa dan perjalanan antar-Bumi. Keberhasilan dalam pengembangan Starship, meskipun masih berada pada fase uji coba, menjadi janji akan potensi pendapatan yang transformatif di masa depan, mulai dari peluncuran satelit besar hingga pengiriman kargo dan manusia ke luar angkasa dalam skala yang belum pernah ada.

Alasan di Balik IPO dan Dampaknya

Meskipun SpaceX telah menghasilkan arus kas positif selama bertahun-tahun dan melakukan pembelian kembali saham secara periodik untuk memberikan likuiditas kepada karyawan dan investor awal, dana yang diincar dari IPO, yaitu lebih dari $30 miliar, sangat penting untuk mendanai proyek-proyek ambisius yang membutuhkan modal besar. Dana hasil IPO diperkirakan akan dialokasikan untuk:

  • Akselerasi Starship: Mempercepat produksi dan operasional roket Starship.
  • Ekspansi Starlink: Memperluas armada satelit dan jangkauan jaringan.
  • Pusat Data Ruang Angkasa: Investasi pada inisiatif baru seperti pengembangan pusat data berbasis ruang angkasa.

Bagi para investor, IPO SpaceX diprediksi akan menimbulkan lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan di tengah kekhawatiran mengenai risiko operasional dan pendekatan Elon Musk yang tidak konvensional. Beberapa analis memprediksi bahwa valuasi IPO $1,5 triliun dapat melonjak hingga $2 triliun segera setelah perdagangan dimulai. Kehadiran SpaceX di bursa juga diperkirakan akan memberi dorongan signifikan bagi sektor Exchange Traded Fund (ETF) ruang angkasa.

Tantangan dan Persaingan di Tengah Hype

Namun, rencana IPO raksasa ini tidak datang tanpa tantangan dan persaingan.

Secara internal, perusahaan perlu menunjukkan kepada calon investor bahwa proyek-proyek berbiaya tinggi seperti Starship dapat mencapai profitabilitas dan skala operasional yang dijanjikan. Selain itu, catatan sejarah menunjukkan bahwa debut pasar dengan valuasi yang sangat tinggi (lebih dari 40 kali lipat pendapatan tahunan) seringkali berkinerja di bawah pasar yang lebih luas dalam jangka panjang, yang dapat membatasi potensi kenaikan harga saham setelah IPO.

Secara eksternal, SpaceX menghadapi persaingan yang semakin ketat, baik dari perusahaan antariksa swasta lainnya seperti Blue Origin (milik Jeff Bezos) maupun persaingan di pasar IPO. Laporan menyebutkan bahwa raksasa kecerdasan buatan (AI) seperti OpenAI dan Anthropic juga sedang mempertimbangkan IPO, dengan OpenAI menargetkan valuasi hingga $1 triliun. Valuasi SpaceX baru-baru ini juga sempat disalip oleh OpenAI sebagai perusahaan privat paling bernilai di dunia, meskipun valuasi SpaceX yang dilaporkan oleh Musk baru-baru ini adalah $800 miliar.

Terlepas dari tantangan tersebut, manuver finansial ini diperkirakan akan menjadi peristiwa lintas generasi yang secara dramatis mengubah lanskap industri keuangan dan dirgantara. Investor kini menanti konfirmasi resmi dan rincian waktu pelaksanaan dari SpaceX.