Ejekan 'Rambo Podium' Dibalas Prabowo Rakyat Sudah Pintar, Hukum Harus Tegas!

Ejekan ‘Rambo Podium’ Dibalas Prabowo: Rakyat Sudah Pintar, Hukum Harus Tegas!

ANGIN BERITA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan ketegasannya dalam isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, sekaligus menanggapi santai julukan sinis ‘Rambo Podium’ yang kerap dilontarkan oleh sejumlah kritikus dan oposisi. Dalam sebuah kesempatan berbicara di hadapan akademisi dan tokoh masyarakat di Jakarta, Jumat (5/12/2025), Presiden Prabowo menegaskan bahwa komitmennya terhadap supremasi hukum adalah tindakan nyata, bukan sekadar retorika di atas mimbar.

Julukan ‘Rambo Podium’ muncul dari kritikus yang menilai gaya komunikasi Presiden Prabowo terlalu lugas, keras, dan berapi-api, terutama saat menyampaikan perintah untuk menindak tegas pelanggaran hukum, khususnya kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah. Namun, Presiden Prabowo dengan cepat membantah narasi tersebut.

Ketegasan Hukum Bukan Sekadar “Omon-Omon”

Presiden Prabowo memulai sambutannya dengan menekankan bahwa era kepemimpinan yang hanya mengandalkan kata-kata manis atau ‘omon-omon’ telah berakhir. Beliau meyakini bahwa rakyat Indonesia saat ini sudah cerdas dan bijak dalam menilai kinerja seorang pemimpin.

“Rakyat kita sudah pintar-pintar. Mereka tahu, mana pemimpin yang hanya pandai beretorika, dan mana pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Presiden Prabowo.

“Masyarakat kita susah, rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik. Tidak bisa kita bangun sekolah, bangun fasilitas kesehatan hanya dengan ‘omon-omon’ di podium. Kita perlu uang, dan uang itu harus kita selamatkan dari para koruptor,” tegasnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi tekadnya untuk memastikan bahwa hasil dari penegakan hukum yang tegas, terutama pemulihan aset negara, benar-benar dapat dinikmati oleh rakyat melalui program-program pembangunan.

“No More Untouchable”: Tak Ada yang Kebal Hukum

Ketegasan Presiden Prabowo terhadap penegakan hukum bukan isapan jempol semata. Sejak awal masa jabatannya, beliau telah berulang kali memberikan instruksi langsung kepada Kejaksaan Agung, Polri, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk meningkatkan investigasi dan penindakan terhadap kasus-kasus korupsi besar, termasuk mega korupsi di sektor tambang dan sumber daya alam.

Dalam sidang kabinet paripurna beberapa waktu lalu, Presiden bahkan memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas keberhasilan menindak kasus tambang ilegal yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah. Beliau menutup apresiasinya dengan pesan yang sangat tegas: “No More Untouchable!”

“Saya tegaskan, hukum adalah hukum. Aturan adalah aturan. Siapa pun yang melanggar hukum harus berhadapan dengan hukum. Sesederhana itu,” kata Presiden.

Beliau bertekad bahwa seluruh pejabat dan entitas usaha harus menghormati pemerintah dan supremasi hukum di Indonesia, memastikan iklim ekonomi yang adil dan stabil bagi investor.

Menanggapi kritikan terhadap gaya bicaranya yang dianggap terlalu keras, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa hal tersebut didasari oleh rasa prihatin yang mendalam terhadap dampak korupsi. Beliau membandingkan korupsi dengan penyakit kanker stadium empat yang jika dibiarkan akan menghancurkan negara dan peradaban.

Memulihkan Kepercayaan dan Aset Negara

Presiden Prabowo juga menyinggung kembali kekecewaannya terhadap vonis ringan yang sempat dijatuhkan pada beberapa kasus korupsi besar. Beliau menilai vonis semacam itu telah “melukai hati rakyat” dan menginstruksikan Kejaksaan Agung untuk mengajukan banding. Tindakan ini menunjukkan intervensi etis seorang kepala negara demi memastikan keadilan substantif terpenuhi.

Komitmennya tidak hanya berhenti pada penindakan. Presiden Prabowo juga fokus pada pemulihan aset negara. Beliau mengklaim bahwa melalui efisiensi dan penegakan hukum yang gencar, pemerintah sedang memulihkan banyak aset yang sebelumnya hilang atau dikuasai secara ilegal, yang nilainya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah setiap tahun. Dana yang diselamatkan ini, tegasnya, akan dikembalikan sepenuhnya untuk rakyat, salah satunya melalui pembangunan fasilitas umum seperti perumahan nelayan dan infrastruktur.

Kesimpulan dari respons Presiden Prabowo jelas: Julukan ‘Rambo Podium’ tidak akan menggoyahkan tekadnya untuk menegakkan hukum. Bagi Presiden, kritikan tersebut adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah komitmen, dan pada akhirnya, rakyatlah yang akan menjadi hakim sejati atas hasil dari kerja nyata dan ketegasan.