ANGIN BERITA – Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dilanda bencana banjir bandang dan longsor pada Selasa, 25 November 2025. Akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (23/11) malam dan disertai badai, sejumlah wilayah mengalami debit air tinggi dan tanah longsor.
Longsor terparah terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Di sana, sebuah rumah tertimbun longsoran tanah tragisnya, rumah tersebut dihuni satu keluarga. Empat anggota keluarga tewas: seorang ibu dan tiga anak.
Selain longsor, banjir bandang merendam banyak pemukiman. Banyak rumah bahkan dilaporkan terendam hingga ke bagian atap, menunjukkan betapa parahnya genangan. Data awal menyebut ada sekitar 1.902 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan yang terdampak banjir.
Menurut Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, jumlah rumah terendam “ribuan” sebagian besar rumah terkena banjir, sementara puluhan rumah lain terdampak longsor. Situasi makin rumit karena akses jalan, listrik, dan komunikasi ikut terganggu di banyak titik terdampak. “Jaringan signal dan listrik juga bermasalah,” kata Bupati Masinton.
Pemerintah Daerah Turun Tangan: Titik Evakuasi Disiapkan
Menanggapi krisis ini, Bupati Masinton Pasaribu bersama BPBD kabupaten langsung bergerak cepat. Mereka telah menyiapkan sejumlah titik evakuasi untuk menampung warga terdampak. Titik-titik evakuasi meliputi: gedung olahraga (GOR), aula pemerintahan, fasilitas pendidikan, serta tempat ibadah semua dipilih karena relatif aman dan mudah diakses.
Di lokasi-lokasi pengungsian, pemerintah juga mendirikan dapur umum, pos kesehatan, dan layanan logistik. Bantuan dari Kementerian Sosial sudah mulai mengalir: paket keluarga (family kit), pakaian anak, selimut, matras, dan tenda gulung dibagikan.
Masinton mengatakan bahwa pemerintah daerah, bersama Basarnas, TNI, dan Polri serta BPBD, kini fokus memantau situasi dan membantu korban dengan cepat. Selain evakuasi, beliau juga mengabarkan rencana menetapkan status tanggap darurat malam ini. Keputusan ini akan memudahkan mobilisasi bantuan dan sumber daya.
Dampak Luas: Warga Terdampak, Infrastruktur Tergerus
Bencana ini berdampak sangat luas. Selain ratusan hingga ribuan rumah terendam, longsor telah menghancurkan setidaknya satu rumah hingga menimbun penghuninya. Akses jalan utama pun sempat terputus. Beberapa ruas jalan kabupaten dan bahkan jalan nasional seperti rute dari Tarutung menuju Pandan dan Cibolga rusak atau tertutup material longsor.
Keadaan ini membuat tim evakuasi kesulitan menjangkau sejumlah lokasi, sekaligus memperlambat distribusi bantuan. Ditambah lagi, listrik dan jaringan komunikasi padam di banyak wilayah, membuat koordinasi menjadi lebih sulit.
Permintaan kepada Pemerintah Provinsi & Pusat
Bupati Masinton telah melaporkan situasi darurat ini kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Gubernur meminta agar proses evakuasi dan penyelamatan diprioritaskan, dan mengancam akan turun langsung ke lokasi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah kabupaten juga telah menyampaikan kondisi darurat ini ke tingkat nasional termasuk Wakil Ketua DPR RI untuk memungkinkan dukungan dari pemerintah pusat.
Dengan curah hujan ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga Desember 2025 di pesisir barat Sumatera Utara, BPBD dan BMKG terus memperingatkan warga untuk waspada terhadap potensi hujan lebat, banjir susulan, dan longsor.
Situasi di Lapangan & Tantangan
- Banyak warga harus mengungsi secara mendadak ke titik aman termasuk lansia, anak-anak, dan keluarga yang kehilangan rumah.
- Akses logistik dan distribusi bantuan menjadi sulit karena akses jalan terputus dan cuaca buruk.
- Pemulihan infrastruktur (jalan, listrik, komunikasi) diperkirakan akan memakan waktu, sementara kebutuhan mendesak (pangan, kesehatan, tempat tinggal) sangat besar.
- Masih ada potensi longsor susulan terutama di daerah lereng dan perbukitan jika hujan terus berlanjut.
Bupati Masinton bahkan mengatakan bahwa ruas jalan kabupaten dan nasional masih banyak yang tertutup atau rusak, dan potensi longsor susulan “sangat memungkinkan.”
Seruan untuk Solidaritas & Bantuan
Dalam kondisi krisis seperti ini, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan baik dari pemerintah provinsi dan pusat, lembaga kemanusiaan, relawan, maupun masyarakat umum. Bantuan logistik, medis, hunian sementara, dan dukungan psikososial menjadi sangat penting terutama bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan kehilangan anggota keluarga.
Masyarakat di luar Tapanuli Tengah, maupun daerah-daerah lain di Sumatera Utara, diimbau untuk ikut peduli: bantuan bisa diberikan melalui saluran resmi, seperti BPBD, Dinas Sosial, maupun lembaga kemanusiaan lokal dan nasional.

