Volkswagen ID. Buzz BOZZ White Signature Edition Resmi Meluncur di Indonesia

Awal Mula Kezia Syifa Gabung Tentara AS, Nasib Status WNI Jadi Sorotan

ANGIN BERITA – Kasus Kezia Syifa menjadi perbincangan luas di Indonesia dan luar negeri setelah sebuah video momen perpisahan keluarga viral di media sosial. Video itu memperlihatkan keluarga melepas Kezia seorang perempuan muda yang tampak mengenakan seragam militer Amerika Serikat lengkap dengan hijab sebelum berangkat menjalani tugas di militer Negeri Paman Sam.

Siapa Itu Kezia Syifa?

Kezia Syifa merupakan perempuan berasal dari Indonesia, yang kini menjadi sorotan warganet setelah keberangkatannya ke Amerika Serikat sebagai anggota militer. Menurut berbagai laporan, Kezia adalah bagian dari Army National Guard Maryland, yaitu komponen cadangan Angkatan Darat Amerika Serikat yang memiliki fungsi ganda: mendukung operasi militer federal maupun membantu operasi darurat sipil di negara bagian.

Dalam video viral itu, Kezia tampak berpamitan dengan orang tua dan keluarga di bandara, dengan suasana haru serta doa-doa yang ditujukan padanya sebelum memulai masa dinas di militer AS.

Bagaimana Awal Mula Kezia Bergabung?

Menurut penuturan ibunda Kezia, Safitri, keputusan putrinya untuk bergabung dengan militer AS bukan impulsif atau karena paksaan, melainkan hasil pertimbangan matang. Ia menyebut bahwa ketertarikan Kezia berawal dari keinginannya sendiri untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, pengalaman kepemimpinan, serta peluang profesional yang mungkin tidak mudah didapat di tempat lain.

“Awalnya saya sebagai ibu juga khawatir ketika mengetahui Kezia akan bergabung dengan militer. Tapi setelah mengetahui posisinya bukan di medan perang, tetapi di bagian administratif, kami sebagai keluarga merasa lebih tenang,” ujar Safitri.

Keluarga juga mengatakan bahwa mereka telah menetap di Amerika Serikat sejak pertengahan tahun 2023, dan selama itu Kezia sempat menempuh pendidikan menengah (SMA) di sana serta sedang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Apa Itu Army National Guard?

Army National Guard berbeda dengan pasukan militer reguler. Meskipun merupakan bagian dari Angkatan Darat AS, Garda Nasional sering kali fokus pada misi bantuan lokal, respon bencana, dan pelatihan teratur dengan jadwal tertentu, seperti sekali setiap akhir minggu atau beberapa minggu sekali bukan tugas tempur penuh.

Di Amerika Serikat, warga negara dan pemegang Green Card (penduduk tetap) bisa mendaftar untuk bergabung dengan militer termasuk National Guard, selama memenuhi sejumlah syarat administratif seperti kemampuan bahasa Inggris, pendidikan minimum, dan status hukum di AS.

Status Kewarganegaraan: Masih dalam Proses?

Salah satu aspek yang paling banyak dibahas adalah masa depan status kewarganegaraan Kezia Syifa. Dalam pernyataannya kepada media, ibunda Kezia menjelaskan bahwa proses kewarganegaraan AS masih berjalan sesuai ketentuan hukum negeri itu, dan belum final.

“Saat ini Syifa sedang menjalani proses sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku di Amerika Serikat,” ujar ibunya.

Namun ia memastikan bahwa ini adalah tahapan yang normal di jalur naturalisasi bagi penduduk tetap yang ingin menjadi warga negara AS.

Namun demikian, fenomena ini memicu diskusi hukum di Indonesia karena peraturan kewarganegaraan Indonesia melarang WNI bergabung dengan militer asing tanpa izin Presiden Republik Indonesia. Jika ini terjadi tanpa izin resmi, status WNI dapat dipertanyakan bahkan berisiko dicabut menurut hukum Indonesia.

Respons Pemerintah dan Tantangan Regulasi

Beberapa pihak di Indonesia menanggapi kejadian ini dengan serius. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dikabarkan akan melakukan verifikasi informasi terkait status Kezia serta kemungkinan implikasi hukum kewarganegaraan yang timbul dari keputusannya.

Sementara itu, sejumlah pengamat politik dan hukum menyoroti fenomena ini sebagai indikator perlunya regulasi yang lebih jelas mengenai warga negara Indonesia yang bekerja atau bergabung dengan lembaga asing, terutama di sektor militer. Ada yang berpendapat bahwa daripada langsung menilai negatif, perlu dialog antara pembuat kebijakan agar ada payung hukum yang melindungi hak warga sekaligus menjamin kepatuhan terhadap hukum nasional.

Reaksi Publik dan Diskursus Tajam

Kasus Kezia Syifa memicu reaksi beragam di masyarakat. Di satu sisi, banyak yang menyemangati dan menghormati pilihannya untuk mengejar peluang pendidikan dan karier yang lebih luas. Di sisi lain, sebagian kalangan mempertanyakan loyalitas serta implikasi hukum bagi status kewarganegaraannya apabila menjadi warga negara asing.