Kebakaran Hebat di Tambora 14 Rumah dan Pabrik Konveksi Ludes Terbakar

Kebakaran Hebat di Tambora: 14 Rumah dan Pabrik Konveksi Ludes Terbakar

ANGIN BERITA – Kawasan permukiman padat penduduk di Tambora, Jakarta Barat, kembali berduka. Pada Minggu pagi (11/1/2026), musibah kebakaran hebat melanda Jalan Duri Bangkit, RT 08/RW 09, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora. Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya 14 rumah tinggal dan satu bangunan konveksi, menyebabkan ratusan warga harus kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Kronologi Kejadian: Teriakan di Tengah Fajar

Peristiwa mencekam ini bermula sekitar pukul 04.19 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap atau baru saja memulai aktivitas subuh. Menurut saksi mata, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua salah satu rumah warga milik saudari I Rusti.

Suasana tenang mendadak berubah menjadi panik luar biasa ketika teriakan “Kebakaran!” memecah keheningan. Warga sekitar sempat bahu-membahu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun material bangunan yang mayoritas semi-permanen dan embusan angin membuat api dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.

Laporan resmi diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat pada pukul 04.19 WIB. Petugas segera merespons dengan mengerahkan armada dari pos terdekat.

Upaya Pemadaman yang Dramatis

Mengingat lokasi kebakaran berada di area padat penduduk dengan akses jalan yang sempit, Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dan 105 personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, menjelaskan bahwa tantangan utama di lapangan adalah rapatnya antar bangunan dan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam gedung konveksi.

  • 04.19 WIB: Laporan diterima petugas.
  • 04.26 WIB: Operasi pemadaman dimulai.
  • 05.37 WIB: Api berhasil dilokalisir agar tidak merambat lebih luas.
  • 05.47 WIB: Petugas memulai proses pendinginan.
  • 09.04 WIB: Operasi dinyatakan selesai sepenuhnya.

Dampak Kerugian dan Pengungsian

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, dampak materiel dan psikologis bagi warga sangatlah besar.

Berdasarkan data asesmen sementara, kebakaran ini mengakibatkan:

  1. 15 Bangunan Hangus: Terdiri dari 14 rumah tinggal dan 1 bangunan usaha konveksi.
  2. Ratusan Jiwa Terdampak: Data mencatat sekitar 37 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 150 jiwa kehilangan tempat berteduh.
  3. Kerugian Materiel: Ditaksir mencapai Rp1,7 miliar.

Saat ini, para penyintas telah diungsikan ke lokasi sementara di Mushalla Nurul Yaqin. BPBD DKI Jakarta bersama pihak kelurahan dan dinas sosial telah mulai menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, dan kebutuhan balita.

Penyebab Kebakaran

Dugaan awal penyebab kebakaran ini adalah arus pendek listrik atau korsleting yang terjadi di lantai dua salah satu rumah warga.

“Dugaan penyebab sementara adalah fenomena listrik (korsleting). Petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lapangan untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Isnawa Adji.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi warga Jakarta, khususnya di wilayah padat penduduk, untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik yang sudah tua dan tidak sesuai standar guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.