Ramalan BBRI Positif, Emas Perhiasan Melemah

Ramalan BBRI Positif, Emas Perhiasan Melemah

ANGIN BERITA – Di tengah dinamika ekonomi dan pasar global, dua aset penting saham BBRI dan emas perhiasan menunjukkan pola yang saling berbeda: saham BBRI mendapat sorotan ramalan positif dari analis, sementara harga emas perhiasan mencatat pelemahan. Berikut ulasan terkini dan analisis prospek kedua instrumen tersebut.

Ramalan Terbaru Saham BBRI

Kinerja Keuangan vs Sentimen Pasar
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menghadapi tahun yang menantang: di laporan 9 bulan pertama 2025, laba bersih BBRI tercatat sebesar Rp 40,78 triliun, turun 9,5% dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, di semester I/2025, laba bersih konsolidasian tercatat Rp 26,28 triliun, turun 12% yoy.

Walaupun demikian, pendapatan bunga bersih (NII) tetap tumbuh, dan beberapa analis melihat potensi pemulihan di paruh kedua tahun.

Rekomendasi Analis & Target Harga
Mayoritas analis tetap optimistis terhadap saham BBRI. Dari riset Antara, sekitar 84% analis merekomendasikan beli (“buy”), dengan target harga rata-rata Rp 4.703,61 per saham untuk 12 bulan ke depan, menawarkan potensi imbal hasil sekitar 27% dari level saat ini.

Analis Sinarmas Sekuritas, Ivan Purnama, membuat proyeksi laba bersih BBRI di akhir 2025 sebesar Rp 55,08 triliun, sedikit turun dari estimasi awal. Namun, dia juga memperkirakan NIM bisa membaik ke 7,7% dan normalisasi biaya kredit di semester kedua.

Sementara itu, KB Valbury memberikan target harga konservatif, yakni Rp 5.390 per saham, yang menandakan upside sekitar 40% dari harga saat riset.

Risiko dan Katalis
Ada sejumlah risiko yang diantisipasi para analis. Di antaranya: pemulihan ekonomi yang bisa lebih lambat dari harapan, tekanan biaya kredit, dan kenaikan beban operasional. Namun, rencana buyback saham dari pihak BBRI juga menjadi katalis positif karena bisa menopang harga dan menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang.

Dari sisi teknikal, riset Binaartha memperlihatkan BBRI masih berada dalam tren sideways dengan potensi upside ke Rp 4.020 jika level support tidak ditembus.

Kesimpulan Saham BBRI
Singkatnya, meski BBRI mencatat penurunan laba dalam jangka pendek, pandangan analis cukup optimistis. Target harga dari berbagai sekuritas menunjukkan potensi pemulihan signifikan. Bagi investor dengan horizon menengah-panjang dan toleransi risiko moderat, BBRI bisa menjadi pilihan menarik terutama dengan dukungan fundamental usaha mikro dan strategi bank.

Kelemahan Harga Emas Perhiasan

Data Harga Terbaru
Harga emas perhiasan di Indonesia tercatat melemah pada 17 November 2025. Data dari Raja Emas menunjukkan bahwa emas 24 karat turun Rp 50.000 menjadi Rp 2.030.000/gram, sementara kadar 23 karat turun Rp 24.000 menjadi Rp 1.767.000/gram. Di Laku Emas, penurunan serupa terjadi di berbagai kadar.

Sebelumnya, pada 16 November, harga perhiasan 24K juga tercatat menurun ke kisaran Rp 2,135 juta/gram.

Penyebab Pelemahan
Beberapa faktor menjadi pemicu melemahnya harga perhiasan emas:

  1. Sentimen Global harga emas global berada dalam tekanan setelah sinyal hawkish dari The Fed, yang memicu aksi jual emas oleh investor. Hal ini langsung berdampak ke pasar domestik, termasuk perhiasan.
  2. Nilai Tukar Rupiah fuktuasi nilai tukar juga memengaruhi harga lokal. Karena sebagian besar emas diperdagangkan dalam dolar AS, penguatan rupiah bisa melemahkan harga emas dalam rupiah.
  3. Musiman & Permintaan Lokal meskipun menjelang akhir tahun biasanya permintaan perhiasan meningkat (misalnya untuk hadiah Natal atau pernikahan), faktor musiman belum cukup menahan koreksi harga emas perhiasan.

Dampak untuk Konsumen & Investor Emas

  • Bagi konsumen yang ingin membeli perhiasan, penurunan harga bisa jadi momen strategis untuk berbelanja, terutama untuk kadar tinggi seperti 24 karat.
  • Namun, bagi investor emas perhiasan, pelemahan ini dapat mengurangi margin keuntungan saat menjual kembali (buyback), terutama jika mereka membeli pada level harga tinggi.

Prospek ke Depan
Para analis memperkirakan volatilitas emas akan terus berlangsung. Menurut Trading Economics, harga emas global diprediksi masih fluktuatif, dengan kemungkinan rebound jangka menengah jika tekanan suku bunga mereda.

Sementara itu, konsumen dan investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga di toko seperti Raja Emas dan Laku Emas, karena perubahan harian bisa menjadi peluang beli atau waktu yang tepat untuk menjual kembali.