Viral Patung Macan Putih Kediri Tak Mirip Aslinya, Kades Janji Diganti

Viral Patung Macan Putih Kediri Tak Mirip Aslinya, Kades Janji Diganti

ANGIN BERITA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan penampakan sebuah patung ikon desa yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi warga. Kali ini, sebuah patung Macan Putih yang terletak di salah satu persimpangan jalan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi sasaran kritik sekaligus bahan gurauan netizen lantaran bentuknya yang dianggap lucu dan jauh dari kesan gagah.

Fenomena ini bermula ketika unggahan foto patung tersebut tersebar luas di platform TikTok dan Instagram. Dalam foto yang beredar, patung macan yang seharusnya menjadi representasi kegagahan itu justru memiliki raut wajah yang dianggap “ramah” bahkan cenderung “menggemaskan.” Hal ini memicu gelombang komentar dari warganet yang menyamakannya dengan kejadian “Macan Cisewu” yang sempat viral beberapa tahun silam.

Kronologi dan Reaksi Netizen

Patung Macan Putih tersebut diketahui berada di wilayah Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Sebenarnya, patung tersebut dibangun sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah lokal yang sangat erat kaitannya dengan legenda Sri Aji Jayabaya. Namun, hasil akhir pengerjaan fisik patung tersebut ternyata tidak sesuai dengan visi awal.

Netizen menyoroti bagian proporsi tubuh dan detail wajah macan. Bukannya terlihat taring yang tajam atau tatapan mata yang mengintimidasi, patung tersebut justru terlihat seperti sedang tersenyum dengan mata yang bulat besar.

“Niatnya mau bikin macan yang bikin lawan gemetar, jadinya malah macan yang bikin kita pengen elus-elus karena lucu,” tulis salah satu komentar netizen yang mendapat ribuan likes.

Kritik yang masuk tidak hanya bersifat humor, tetapi juga bersifat konstruktif. Beberapa warga lokal menyayangkan kualitas estetika patung tersebut mengingat lokasinya yang strategis dan fungsinya sebagai simbol kebanggaan desa.

Penjelasan Kepala Desa Menang

Menanggapi keriuhan di media sosial, Kepala Desa Menang, Mohammad Hamdan, memberikan klarifikasi secara terbuka. Beliau mengakui bahwa hasil pengerjaan patung tersebut memang kurang maksimal dan tidak sesuai dengan desain yang direncanakan sejak awal.

Menurut Hamdan, patung tersebut merupakan hasil karya pengrajin lokal yang pengerjaannya dilakukan beberapa waktu lalu. Pihak desa sebenarnya sudah menyadari adanya ketidaksesuaian proporsi pada patung tersebut sebelum viral di media sosial.

“Kami menyadari bahwa hasil akhirnya memang kurang mirip dengan karakter macan putih yang kami maksudkan. Kami menerima masukan dari masyarakat dengan tangan terbuka,” ujar Hamdan saat dikonfirmasi oleh awak media.

Beliau juga menjelaskan bahwa patung tersebut sebenarnya masih dalam tahap evaluasi internal desa. Viral-nya patung ini di media sosial justru menjadi pemicu bagi pemerintah desa untuk mempercepat langkah perbaikan.

Komitmen Perbaikan: Akan Segera Diganti

Langkah konkret pun diambil oleh Pemerintah Desa Menang. Hamdan menegaskan bahwa patung macan yang viral tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana untuk membongkar patung lama dan menggantinya dengan patung baru yang lebih representatif dan memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.

Pihak desa berencana menggandeng seniman atau pematung yang lebih berpengalaman dalam pembuatan patung hewan (animalistik) agar kejadian serupa tidak terulang. Harapannya, patung baru nantinya dapat benar-benar mencerminkan kegagahan “Macan Putih” yang menjadi ikon sejarah di wilayah tersebut.

“Rencananya memang akan segera kita ganti. Kami ingin ikon desa ini benar-benar membawa kebanggaan bagi warga, bukan justru menjadi bahan tertawaan. Kami mohon doa dan dukungannya agar proses penggantian ini berjalan lancar,” tambah Hamdan.

Pentingnya Estetika dalam Ruang Publik

Kasus patung macan di Kediri ini menambah daftar panjang pembangunan infrastruktur atau ikon daerah yang menjadi viral karena faktor estetika yang kurang memadai. Para ahli tata kota dan seniman menilai bahwa pembangunan monumen di ruang publik seharusnya melalui proses kurasi yang ketat.

Ikon desa atau daerah bukan sekadar hiasan pinggir jalan, melainkan representasi identitas budaya dan sejarah masyarakat setempat. Di Kediri, Macan Putih bukan sekadar hewan, melainkan simbol yang sangat dihormati yang berkaitan dengan sejarah panjang Kerajaan Kediri.

Dampak Positif di Balik Viral

Meski sempat menjadi bahan lelucon, viralnya patung ini membawa dampak tak terduga bagi Desa Menang. Banyak orang yang sebelumnya tidak tahu lokasi desa tersebut kini menjadi penasaran dan datang berkunjung hanya untuk melihat langsung patung tersebut sebelum diganti.

Hal ini secara tidak langsung meningkatkan trafik kunjungan ke desa dan memberikan perhatian lebih pada potensi wisata sejarah yang ada di sana. Warga berharap, dengan adanya patung baru yang lebih bagus nantinya, Desa Menang dapat lebih dikenal sebagai destinasi yang menghargai nilai sejarah dan seni.