ANGIN BERITA – Warga di kawasan Koja, Jakarta Utara, dikejutkan oleh suara dentuman keras yang memecah keheningan pada siang hari ini. Sebuah bangunan fasilitas parkir dua lantai yang tengah dalam proses pembangunan atau renovasi dilaporkan ambruk secara tiba-tiba. Insiden ini menyisakan trauma mendalam bagi warga sekitar, mengingat material beton dan besi jatuh hanya beberapa meter dari aktivitas warga.
Kronologi Kejadian: Suara Gemuruh yang Menakutkan
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Awalnya, tidak ada tanda-tanda aneh pada struktur bangunan tersebut. Namun, secara mendadak terdengar suara retakan material yang disusul dengan suara dentuman sangat keras layaknya ledakan.
“Awalnya ada suara kretek-kretek, saya pikir suara kayu jatuh. Tapi tiba-tiba saja ‘dar!’, bangunan itu langsung rata ke tanah. Debu putih tebal langsung menutupi jalanan sampai pandangan mata tertutup,” ujar Aris (42), salah seorang pedagang yang berada tepat di seberang lokasi kejadian.
Aris menceritakan bahwa saat kejadian, ada beberapa warga yang sedang berjalan kaki dan memarkirkan motor di pinggir jalan dekat tembok bangunan tersebut. Beruntung, insting mereka cukup cepat untuk langsung berlari menjauhi sumber suara sebelum material bangunan menghantam aspal.
Kesaksian Warga yang Nyaris Tertimpa
Salah satu momen paling mendebarkan dialami oleh seorang ibu rumah tangga berinisial siti (38). Ia mengaku baru saja melewati trotoar tepat di bawah bangunan tersebut untuk pergi ke warung.
“Baru saja saya lewat sekitar lima atau enam langkah, tiba-tiba di belakang saya terdengar suara ambruk. Kalau saya terlambat sedetik saja lari, mungkin saya sudah tertimbun,” ungkap Siti dengan suara gemetar.
Lantai dua bangunan yang terbuat dari konstruksi beton bertulang itu tampak patah di bagian penyangga utama. Hal ini menyebabkan seluruh bagian lantai atas merosot ke bawah, menghancurkan pagar pembatas dan menutup sebagian akses jalan lingkungan.
Penyebab Sementara: Dugaan Kegagalan Struktur
Meski pihak kepolisian dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) masih melakukan investigasi, dugaan sementara mengarah pada kegagalan struktur. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab antara lain:
- Beban Berlebih: Struktur penyangga pada lantai satu diduga tidak kuat menahan beban pengecoran atau material di lantai dua.
- Kualitas Material: Adanya indikasi penggunaan besi tulangan atau campuran beton yang tidak sesuai dengan standar keamanan bangunan dua lantai.
- Faktor Cuaca: Curah hujan yang tinggi di wilayah Jakarta Utara beberapa hari terakhir diduga membuat kondisi tanah tidak stabil atau mempercepat pelapukan pada struktur yang belum kering sempurna.
Evakuasi dan Dampak Kerusakan
Tim dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera dikerahkan ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa yang terjepit di bawah reruntuhan. Dengan menggunakan alat pemotong besi dan bantuan warga, petugas menyisir setiap sudut puing.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain bangunan yang hancur total, sedikitnya dua unit sepeda motor yang terparkir di dekat lokasi mengalami kerusakan berat akibat terkena serpihan beton.
Langkah Pemerintah dan Kepolisian
Kapolsek Koja menyatakan bahwa area tersebut kini telah dipasang garis polisi (police line). Petugas melarang warga untuk mendekat karena dikhawatirkan masih ada struktur sisa yang labil dan berpotensi mengalami ambruk susulan.
“Kami akan memanggil pemilik bangunan serta kontraktor pelaksana untuk dimintai keterangan terkait izin mendirikan bangunan (IMB) dan spesifikasi teknis pengerjaannya. Jika ditemukan unsur kelalaian, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas pihak kepolisian.
Selain itu, warga mendesak pemerintah kota untuk lebih ketat dalam mengawasi pembangunan gedung di area padat penduduk. Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa aspek keselamatan kerja dan kelayakan konstruksi tidak boleh dikompromikan, terutama di lingkungan di mana banyak warga beraktivitas.
Kondisi Terkini di Lokasi
Saat ini, petugas gabungan masih berupaya membersihkan puing-puing bangunan agar akses jalan warga bisa kembali normal. Aliran listrik di sekitar lokasi juga sempat dipadamkan sementara untuk menghindari korsleting akibat kabel yang tertimpa reruntuhan.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika melihat adanya retakan pada bangunan-bangunan tua atau proyek konstruksi yang tampak tidak kokoh di lingkungan mereka.

