2.500 Personel Dishub DKI Siaga Amankan Terminal & Wisata Saat Nataru

2.500 Personel Dishub DKI Siaga Amankan Terminal & Wisata Saat Nataru

ANGIN BERITA – Menjelang puncak libur panjang akhir tahun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiagakan 2.500 personel untuk melakukan pengamanan, pengaturan, dan pelayanan arus transportasi serta kawasan keramaian di Ibu Kota. Personel ini akan tersebar di berbagai titik strategis dari terminal angkutan sampai kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama momen Nataru.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa kehadiran petugas tersebut merupakan bagian dari upaya pemprov untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman, lancar, tertib, dan nyaman dalam masa peningkatan aktivitas menjelang Natal dan Tahun Baru.

Fokus Distribusi Personel: Terminal hingga Wisata

Personel Dishub yang disiagakan tidak hanya bertugas di jalan raya, tetapi juga di simpul-simpul transportasi utama dan kawasan-kawasan wisata. Poin-poin utama penugasan adalah:

Terminal Angkutan Umum

Dishub menempatkan personel di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan di Jakarta untuk mengatur arus penumpang yang keluar-masuk Ibu Kota melalui bus umum. Terminal utama tersebut antara lain:

  • Terminal Terpadu Pulo Gebang
  • Terminal Kampung Rambutan
  • Terminal Kalideres
  • Terminal Tanjung Priok

Sementara terminal bantuan yang juga menjadi fokus ialah:

  • Terminal Muara Angke
  • Terminal Grogol
  • Terminal Lebak Bulus

Penempatan di terminal-terminal ini bertujuan untuk melayani peningkatan permintaan transportasi umum, terutama pada puncak arus keluar Jakarta yang diprediksi terjadi pada 19–20 Desember 2025, saat libur sekolah dan cuti bersama dimulai.

Kawasan Wisata yang Padat Pengunjung

Selain terminal, Dishub DKI juga memfokuskan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di beberapa destinasi wisata yang dipastikan ramai kunjungan masyarakat. Kawasan itu meliputi:

  • Taman Margasatwa Ragunan
  • Monumen Nasional (Monas)
  • Ancol
  • Pantai Indah Kapuk (PIK)
  • Setu Babakan
  • Kota Tua Jakarta
  • Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Di tempat-tempat ini, Dishub menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas, misalnya pengaturan satu arah bergilir, pengalihan arus, serta pengawasan intens guna mencegah kepadatan berlebih di jam tertentu.

Pengaturan di Laut dan Kepulauan Seribu

Dishub tidak hanya bergerak di daratan. Untuk wilayah laut, terutama rute pelayanan ke Kepulauan Seribu, personel Dishub juga disiagakan untuk mengatur transportasi laut dan membantu mobilitas wisatawan yang menuju pulau-pulau wisata.

Upaya ini termasuk koordinasi operasional kapal penumpang dengan otoritas pelabuhan lokal (KSOP) dan memperhatikan kondisi cuaca laut yang dapat berubah drastis selama musim hujan serta potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun.

Dukungan Armada dan Infrastruktur

Tidak hanya personel, Dishub DKI telah menyiapkan sarana pendukung untuk mempercepat respons terhadap gangguan transportasi. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain:

  • Sekitar 80 unit mobil derek untuk membantu kendaraan yang mengalami gangguan di jalan.
  • 46 unit mobil patroli sebagai pengawas arus lalu lintas.
  • 2 unit mobil Variable Message Sign (VMS) guna memberi informasi real-time kepada pengendara terkait kondisi arus dan rute alternatif.

Kesiapan sarana ini dianggap penting untuk mengantisipasi kepadatan, gangguan kendaraan, maupun kebutuhan informasi yang cepat disampaikan kepada publik.

Prediksi Puncak Mobilitas

Dishub DKI merujuk pada proyeksi arus kendaraan yang menunjukkan lonjakan signifikan pada masa Nataru. Diperkirakan puncak arus keluar Jakarta terjadi sekitar 19 dan 20 Desember 2025, bersamaan dengan libur panjang sekolah. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan pada 4 Januari 2026, saat warga kembali ke rutinitas setelah liburan panjang.

Angka-angka ini menjadi indikator bahwa persiapan Dishub tidak hanya bersifat administratif tetapi didasari data mobilitas dan pola perjalanan masyarakat.