Banjir Terjang Bali, Puluhan Turis Asing Dievakuasi dari Vila

Banjir Terjang Bali, Puluhan Turis Asing Dievakuasi dari Vila

ANGIN BERITA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali sejak Sabtu malam menyebabkan banjir di sejumlah kawasan padat penduduk dan daerah wisata. Kota Denpasar dan Kabupaten Badung menjadi wilayah terdampak paling parah. Akibat banjir tersebut, puluhan wisatawan asing terpaksa dievakuasi dari vila dan penginapan tempat mereka menginap demi menghindari risiko keselamatan.

Air meluap dengan cepat setelah hujan berintensitas tinggi berlangsung selama berjam-jam. Sejumlah jalan utama terendam, saluran drainase tidak mampu menampung debit air, dan banjir masuk hingga ke area vila serta rumah warga.

Evakuasi Turis Dilakukan dengan Perahu Karet

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mencatat sekitar 20 wisatawan asing dievakuasi dari sebuah kompleks vila di kawasan Denpasar Barat. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet karena ketinggian air mencapai paha orang dewasa dan kendaraan tidak bisa melintas.

“Air naik cukup cepat dan wisatawan tidak bisa keluar sendiri. Kami langsung mengerahkan tim untuk mengevakuasi mereka ke lokasi yang lebih aman,” ujar Agung Surya, Sekretaris BPBD Kota Denpasar, saat ditemui di lokasi banjir.

Menurut Agung, para wisatawan berasal dari beberapa negara dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, mereka dipindahkan ke penginapan lain yang tidak terdampak banjir.

Turis Mengaku Panik dan Tak Menduga Air Masuk Vila

Salah satu wisatawan asing, Latai, mengaku terkejut dengan kondisi banjir yang dialaminya. Ia baru tiba di Bali satu hari sebelum kejadian.

“Kami tidak menyangka air bisa masuk sampai ke dalam vila. Awalnya hanya hujan deras, lalu tiba-tiba air sudah setinggi paha,” ujarnya.

Wisatawan lain asal China, Amy, mengatakan banjir menyebabkan kerugian materi. Beberapa barang elektronik miliknya rusak akibat terendam air.

“Laptop dan beberapa alat elektronik kami rusak. Air masuk ke kamar dengan sangat cepat,” katanya.

Meski demikian, para wisatawan mengapresiasi respons cepat petugas yang membantu proses evakuasi.

Satu WNA Ditemukan Meninggal Dunia

Di tengah penanganan banjir, tim pencarian dan pertolongan menemukan satu warga negara asing perempuan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Tibubeneng, Kabupaten Badung. Korban diduga terseret arus banjir dan ditemukan di area selokan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa korban belum dapat diidentifikasi karena tidak membawa dokumen identitas saat ditemukan.

“Korban kami evakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dugaan sementara korban terseret arus saat hujan deras,” jelasnya.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban.

Banjir Juga Rendam Permukiman dan Ganggu Lalu Lintas

Selain kawasan wisata, banjir juga merendam permukiman warga di Denpasar dan Badung. Beberapa ruas jalan utama sempat lumpuh akibat genangan air dan lumpur, menyebabkan kemacetan parah terutama pada Minggu pagi.

Warga di sejumlah titik memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih tinggi. Aktivitas masyarakat pun terganggu, termasuk kegiatan ekonomi dan transportasi.

Di wilayah Buleleng, hujan deras juga menyebabkan banjir lokal dan pohon tumbang di beberapa titik, meski tidak separah di wilayah selatan Bali.

Pemerintah Daerah Lakukan Penanganan Darurat

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, mengatakan pemerintah daerah langsung melakukan penanganan darurat dan pembersihan pascabanjir.

“Kami fokus pada keselamatan warga dan wisatawan. Setelah air surut, kami lakukan pembersihan dan evaluasi sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya mitigasi bencana di tengah meningkatnya curah hujan ekstrem, terutama di kawasan padat bangunan dan daerah wisata.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Wisatawan diminta menghindari area rawan banjir dan mengikuti arahan petugas jika terjadi kondisi darurat.

“Kami minta masyarakat tidak memaksakan aktivitas di tengah hujan deras dan segera melapor jika membutuhkan bantuan,” kata Agung Surya.