ANGIN BERITA – Aksi pemogokan umum berskala nasional yang melumpuhkan sebagian besar layanan publik di Portugal pada Kamis (11/12/2025) menjadi sorotan dunia, tidak hanya karena bentrokan yang melibatkan ribuan demonstran dan polisi anti huru hara, tetapi juga karena sebuah fenomena unik: munculnya poster bergambar kucing marah sebagai simbol protes yang menarik perhatian.
Di tengah ribuan buruh yang menentang rencana reformasi ketenagakerjaan pemerintah, sebuah gambar ikonik tiba-tiba mendominasi linimasa media sosial. Jika dalam beberapa aksi sebelumnya simbol-simbol pop culture seperti bendera Bajak Laut Topi Jerami dari serial anime populer One Piece sering terlihat, kali ini, yang mencuri panggung adalah sebuah poster promosi dengan gambar seekor kucing domestik yang tampak sangat kesal, lengkap dengan mata menyipit dan kumis tegang.
Simbol Kucing yang Mencuri Perhatian
Poster kucing marah tersebut, yang diduga diambil dari meme atau materi promosi media sosial, dengan cepat menyebar di kerumunan demonstran. Kehadirannya menenggelamkan simbol-simbol protes yang lebih tradisional dan bahkan menggeser popularitas bendera bajak laut yang sempat viral di aksi-aksi buruh sebelumnya.
Menurut analis komunikasi visual, fenomena ini menunjukkan pergeseran taktik protes di kalangan buruh muda dan Gen Z. Menggunakan gambar yang lucu, relevan secara digital, namun tetap menyampaikan kemarahan, merupakan cara cerdas untuk menarik perhatian media internasional dan publik yang jenuh dengan citra demonstrasi yang konvensional.
“Kucing yang marah ini adalah representasi sempurna dari perasaan buruh saat ini,” ujar seorang peserta demo, Maria Silva (26), seorang guru sekolah yang ikut mogok. “Kami lelah, marah, dan kami tidak ingin diabaikan. Poster ini menyampaikan kemarahan itu dengan cara yang relatable dan sulit diabaikan. Itu adalah humor yang gelap, seperti realitas kami.”
Sementara bendera One Piece menyimbolkan semangat kebebasan dan pengejaran impian yang tak terbatas sebuah metafora untuk perjuangan hak-hak buruh poster kucing marah menawarkan nuansa yang lebih sinis dan instan. Ia mewakili frustrasi sehari-hari yang sudah mencapai batasnya, sebuah mood kolektif yang dipahami secara universal dalam budaya internet.
Reformasi Ketenagakerjaan Pemicu Aksi
Aksi mogok umum ini, yang merupakan yang pertama di Portugal dalam lebih dari satu dekade, dipicu oleh rencana pemerintah minoritas sayap kanan tengah untuk mereformasi lebih dari 100 pasal dalam kode ketenagakerjaan nasional.
Pemerintah berargumen bahwa reformasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing negara. Portugal, meskipun memiliki kondisi ekonomi yang relatif kuat dan tingkat pengangguran yang rendah, menghadapi tekanan untuk melakukan modernisasi pasar tenaga kerja.
Namun, dua serikat pekerja terbesar di negara itu, CGTP dan UGT, bersatu menentang keras usulan tersebut. Mereka menilai perubahan aturan kerja ini akan secara signifikan menggeser kekuasaan ke arah pengusaha, mengurangi perlindungan bagi pekerja, dan mengikis hak-hak yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Tuntutan utama mereka adalah pencabutan total rencana reformasi tersebut.
Bentrokan dan Kelumpuhan Layanan
Intensitas protes memuncak pada malam hari ketika ribuan demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara di tangga gedung Majelis Nasional di Lisbon. Aksi saling dorong, pelemparan botol, dan pembakaran sampah menjadi pemandangan yang tak terhindarkan, menggambarkan tingkat kemarahan massa.
Dampak pemogokan umum ini terasa di seluruh negeri:
- Transportasi: Layanan kereta api dihentikan, dan ratusan penerbangan domestik dan internasional dibatalkan.
- Pendidikan: Sebagian besar sekolah dan universitas ditutup.
- Layanan Publik: Banyak kantor pemerintah dan fasilitas kesehatan beroperasi dengan kapasitas minimal.
Perpaduan antara tuntutan serius mengenai hak-hak fundamental buruh dan munculnya simbol protes yang tidak terduga seperti “kucing marah” ini, menegaskan bahwa aksi massa kontemporer tidak hanya berjuang di jalanan, tetapi juga di ruang digital. Simbolisme kucing yang marah ini mungkin akan dikenang sebagai penanda bagaimana generasi baru buruh menyuarakan kekesalan mereka di era meme.
Pemerintah Portugal belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan pencabutan reformasi dan bentrokan yang terjadi. Negosiasi antara serikat pekerja dan pemerintah diperkirakan akan menjadi babak berikutnya dalam ketegangan politik ini, dengan harapan agar nasib buruh tidak berakhir sama marahnya dengan kucing yang kini menjadi ikon perlawanan.

