ANGIN BERITA – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mengatakan telah menyiapkan berbagai program dan stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata.
“Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, kami akan terus mendorong promosi, serta melakukan sosialisasi dan pemantauan kepatuhan bersama OTA (agen perjalanan daring) dan para pemangku kepentingan,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Kinerja Bulanan di Jakarta, Sabtu.
Widiyanti menyebut stimulus yang dimaksud adalah paket ekonomi 8+4+5. Dua program di antaranya berkaitan langsung dengan pariwisata, yaitu insentif PPh 21 ditanggung pemerintah bagi pekerja di sektor pariwisata berpendapatan hingga Rp10 juta per bulan, serta program magang satu tahun dengan uang saku pemerintah bagi lulusan baru pendidikan pariwisata yang melibatkan 39 perusahaan dan telah membuka 457 lowongan.
Menjelang Natal dan Tahun Baru tahun 2025/2026, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa insentif perjalanan wisata melalui diskon transportasi darat, laut, dan udara untuk mendorong peningkatan perjalanan wisata dalam negeri.
Pengembangan Wisata Berkelanjutan dan Digitalisasi
Sektor pariwisata juga akan didorong untuk lebih mengutamakan keberlanjutan dan konservasi alam. Pemerintah merencanakan sejumlah program yang mendukung wisata ramah lingkungan, seperti pengembangan ekowisata dan pariwisata berbasis komunitas. Dengan potensi alam yang luar biasa, Indonesia memiliki keunggulan dalam pengembangan wisata alam, yang tidak hanya memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Untuk itu, pemerintah mendorong pelaku industri pariwisata untuk beradaptasi dengan prinsip-prinsip keberlanjutan, dengan mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam operasional mereka. Beberapa kebijakan yang dirancang untuk mendukung hal ini antara lain pembatasan jumlah wisatawan yang datang ke destinasi tertentu, serta penerapan tarif masuk yang lebih tinggi untuk wisatawan yang mengunjungi kawasan konservasi alam.
Di sisi lain, pemerintah juga menggenjot digitalisasi dalam sektor pariwisata. Digitalisasi mencakup pengembangan aplikasi berbasis teknologi informasi untuk mempermudah wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka, mulai dari pemesanan tiket, hotel, hingga tur wisata. Pemerintah mendorong pengembangan platform digital yang tidak hanya memberi kemudahan bagi wisatawan domestik, tetapi juga menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.
Promosi Pariwisata melalui Kampanye Global
Pemerintah juga merancang sejumlah kampanye promosi global untuk menarik lebih banyak wisatawan asing ke Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui event-event internasional, seperti Festival Garuda Indonesia, yang bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia kepada dunia. Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan destinasi wisata yang belum banyak dikenal, seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Papua.
Untuk menarik pasar wisatawan dari luar negeri, Kemenparekraf berkolaborasi dengan agen perjalanan internasional dan organisasi pariwisata global. Selain itu, pemerintah juga mengadakan roadshow dan partisipasi dalam pameran pariwisata internasional untuk memperluas jangkauan pasar.

