Angka Harapan Hidup Gaza

Angka Harapan Hidup Gaza Anjlok 1 Dekade Akibat Agresi Israel

AGIN BERITA – Jalur Gaza kini menghadapi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana dampak agresi militer Israel yang berkelanjutan telah menyebabkan kemunduran drastis pada salah satu indikator pembangunan manusia yang paling mendasar: angka harapan hidup. Berdasarkan data dan laporan terbaru dari berbagai badan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi kesehatan, kehidupan rata-rata yang dapat diharapkan oleh penduduk Gaza telah menyusut secara mengejutkan, menghapus kemajuan puluhan tahun dalam waktu kurang dari dua tahun konflik.

Sebelum konflik besar yang meletus pada Oktober 2023, angka harapan hidup di Gaza diperkirakan berada di kisaran 73 hingga 74 tahun. Namun, situasi terkini, yang ditandai oleh kehancuran sistem kesehatan, kelaparan, dan kematian massal, telah mendorong angka ini ke level yang sangat mengkhawatirkan. Meskipun angka pasti pasca-konflik sulit dikalkulasi secara real-time karena kekacauan yang terjadi, para ahli memperkirakan bahwa harapan hidup di Jalur Gaza telah merosot lebih dari satu dekade, menjerumuskan wilayah tersebut kembali ke kondisi yang setara dengan negara-negara termiskin di dunia.

Faktor-Faktor Utama Penurunan Harapan Hidup

Penurunan dramatis ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya angka kematian akibat serangan langsung. Analisis menunjukkan bahwa beberapa faktor sistemik yang dipicu oleh agresi Israel dan pengepungan yang berkepanjangan menjadi penyebab utama:

1. Korban Jiwa Sipil yang Masif

Angka kematian yang dilaporkan oleh Otoritas Kesehatan Gaza telah melampaui puluhan ribu jiwa, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Data dari Biro Statistik Pusat Palestina (PCBS) dan laporan PBB menunjukkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan, ditambah dengan mereka yang hilang di bawah reruntuhan, telah mencapai tingkat yang belum pernah tercatat dalam sejarah konflik Arab-Israel. Kehilangan populasi usia muda dan produktif secara besar-besaran secara otomatis menarik turun perhitungan statistik harapan hidup keseluruhan.

2. Runtuhnya Sistem Kesehatan

Serangan militer telah menargetkan atau merusak sebagian besar fasilitas kesehatan di Gaza. Laporan Bank Dunia dan PBB menggarisbawahi bahwa lebih dari 84% fasilitas kesehatan telah rusak atau musnah, termasuk rumah sakit, klinik, dan pusat bersalin. Akibatnya, akses terhadap perawatan medis dasar, pengobatan penyakit kronis (seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker), dan layanan trauma menjadi hampir tidak ada.

Kekurangan obat-obatan esensial, listrik, dan air bersih membuat operasi bedah dan perawatan rutin mustahil dilakukan, yang secara tidak langsung menyebabkan peningkatan tajam dalam kematian yang seharusnya dapat dicegah. Anak-anak yang baru lahir dan ibu hamil menghadapi risiko yang sangat tinggi.

3. Krisis Kelaparan dan Malnutrisi

PBB telah berulang kali memperingatkan tentang kondisi kelaparan yang meluas, dengan ratusan ribu penduduk berada di ambang bencana. Blokade yang ketat terhadap bantuan kemanusiaan dan penghancuran infrastruktur pertanian telah menyebabkan kekurangan makanan akut dan air bersih yang sangat parah. Malnutrisi, terutama pada anak-anak, telah melonjak ke tingkat yang mengancam jiwa, melemahkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan menjamin dampak kesehatan jangka panjang yang fatal, bahkan bagi mereka yang selamat dari serangan langsung. Survei bahkan menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak Gaza “tidak memiliki harapan hidup” di tengah kondisi ini.

4. Dampak Kesehatan Mental dan Trauma

Selain krisis fisik, kerusakan psikologis yang ditimbulkan oleh perang tak henti-hentinya ini juga memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap harapan hidup. Penduduk Gaza, terutama anak-anak, mengalami tingkat trauma, kecemasan, dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) yang sangat tinggi. Trauma psikologis yang tidak tertangani dapat memicu berbagai masalah kesehatan fisik dan mental di masa depan, yang secara kolektif akan memangkas kualitas dan durasi hidup.

Desakan Global untuk Bertindak

Situasi yang terjadi di Gaza adalah sebuah anomali statistik dan sebuah tragedi moral. Kemunduran angka harapan hidup ini berfungsi sebagai pengukur nyata dari penderitaan yang tak terbayangkan. Komunitas internasional terus didesak untuk mengambil tindakan tegas, menuntut gencatan senjata segera dan memastikan akses penuh dan tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan.

Laporan PBB dan organisasi hak asasi manusia terus menyajikan bukti bahwa kondisi hidup yang semakin memburuk di Gaza adalah akibat langsung dari tindakan yang disengaja, bukan sekadar “efek samping” dari konflik. Mengembalikan angka harapan hidup ke level sebelum konflik akan membutuhkan bukan hanya penghentian kekerasan, tetapi juga komitmen global jangka panjang untuk membangun kembali infrastruktur vital, sistem kesehatan, dan menyediakan dukungan psikososial skala besar.

Satu hal yang jelas: harapan hidup adalah cerminan dari keamanan, kesehatan, dan martabat suatu masyarakat. Kemerosotan drastis di Gaza adalah dakwaan yang jelas terhadap kegagalan global untuk melindungi kehidupan sipil di tengah pusaran konflik.