KAI Buka Suara Soal Sambungan Gerbong KA Majapahit Lepas

KAI Buka Suara Soal Sambungan Gerbong KA Majapahit Lepas

Angin Berita – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya video yang menunjukkan sambungan gerbong pada Kereta Api (KA) Majapahit yang lepas. Kejadian yang terekam dalam video dan menyebar luas di media sosial tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang potensi bahaya dan keselamatan perjalanan kereta api.

Dalam pernyataan resminya, KAI mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada perjalanan KA Majapahit yang melayani rute Jakarta-Surabaya pada hari Senin, 14 November 2025, sekitar pukul 13.45 WIB. Menurut KAI, sambungan gerbong yang terlepas bukanlah akibat dari kerusakan teknis, melainkan disebabkan oleh kesalahan prosedur saat proses penyambungan gerbong di stasiun pemberangkatan.

Proses Penyambungan Gerbong Jadi Sorotan

KAI menjelaskan bahwa setiap rangkaian kereta api sebelum diberangkatkan selalu melalui pengecekan ketat oleh petugas. Salah satunya adalah pemeriksaan sambungan antara gerbong yang dilakukan dengan alat khusus. Namun, dalam kasus KA Majapahit tersebut, petugas yang melakukan penyambungan gerbong tidak mengikuti prosedur standar operasional (SOP) yang berlaku. Akibatnya, sambungan antara salah satu gerbong dengan lokomotif tidak terpasang dengan sempurna, yang mengakibatkan lepasnya sambungan tersebut ketika kereta berada di lintasan.

KAI menyatakan bahwa kejadian ini tidak menimbulkan dampak langsung pada keselamatan penumpang, karena petugas yang berada di gerbong terkait segera merespons dengan cepat dan melakukan tindakan yang diperlukan. “Sambungan gerbong yang terlepas tersebut berhasil diamankan dalam waktu singkat tanpa menimbulkan korban jiwa atau cedera,” kata Joni Supriyatna, Kepala Humas PT KAI.

Namun, meskipun tidak terjadi kecelakaan, kejadian ini tetap menjadi perhatian publik. Video yang menunjukkan sambungan gerbong yang terlepas ini menjadi viral setelah diunggah oleh penumpang yang berada di gerbong lain. Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa sambungan antara lokomotif dan gerbong terlihat terlepas dan berayun di jalur kereta.

Klarifikasi KAI Terkait Keselamatan Penumpang

Menanggapi hal tersebut, KAI juga menekankan bahwa keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Perusahaan menyebutkan bahwa petugas yang bertugas telah berhasil mengamankan kondisi gerbong dengan cepat, dan KA Majapahit tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah pengecekan ulang. Petugas kemudian memeriksa seluruh rangkaian kereta api untuk memastikan tidak ada masalah lanjutan.

KAI juga menambahkan bahwa seluruh perjalanan kereta api dilengkapi dengan sistem pengawasan modern dan teknologi deteksi dini untuk mendeteksi masalah teknis di sepanjang jalur. “Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa seluruh rangkaian kereta api kami telah melalui proses perawatan dan pemeriksaan rutin yang sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas transportasi,” ungkap Joni Supriyatna.

Meskipun begitu, kejadian ini mendorong KAI untuk melakukan evaluasi internal terkait prosedur penyambungan gerbong. KAI berencana untuk melakukan pelatihan ulang kepada seluruh petugas di lapangan, guna memastikan kesalahan serupa tidak terjadi di masa depan.

Tanggapan Masyarakat dan Pengguna Kereta Api

Kejadian ini tentu saja memicu reaksi beragam dari masyarakat. Banyak pengguna kereta api yang menyatakan kekhawatirannya setelah menyaksikan video viral tersebut. Beberapa warganet di media sosial menyuarakan keprihatinan mereka tentang prosedur keamanan yang mungkin longgar dalam penyambungan gerbong.

“Saya sering naik kereta api dan saya merasa cukup aman, tapi setelah melihat video ini, saya jadi khawatir dengan keselamatan saya dan penumpang lain. Harusnya, kejadian seperti ini tidak boleh terjadi,” ujar Rini, seorang pengguna kereta api yang terkejut melihat video tersebut.

Di sisi lain, ada juga yang memberikan apresiasi terhadap tindakan cepat yang dilakukan oleh petugas KAI dalam menangani situasi tersebut. “Saya pikir KAI cukup responsif dalam menyelesaikan masalah ini. Memang harus ada perbaikan prosedur, tapi yang penting tidak ada korban,” kata Andre, seorang penumpang yang juga aktif di media sosial.

KAI Berjanji Tingkatkan Standar Operasional

Sebagai langkah lanjutan, KAI berjanji untuk meningkatkan pengawasan terhadap prosedur operasional yang melibatkan keselamatan penumpang. Selain itu, KAI juga berkomitmen untuk memperbarui fasilitas dan pelatihan bagi seluruh petugas kereta api, terutama yang berkaitan dengan pengawasan dan penyambungan gerbong.

Perusahaan kereta api pelat merah ini juga akan mengadakan pertemuan dengan otoritas transportasi terkait untuk melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan yang berlaku. KAI berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang dengan memperkuat berbagai aspek keselamatan dan kenyamanan.

“Kepercayaan publik adalah hal yang sangat penting bagi kami. Kami akan terus berusaha untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang,” tegas Joni Supriyatna.