Viral! Korban Banjir Sibolga-Tapteng Jarah Minimarket karena Kelaparan

Viral! Korban Banjir Sibolga-Tapteng Jarah Minimarket karena Kelaparan

ANGIN BERITA – Banjir besar yang melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) di Sumatera Utara beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran warga. Tak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, bencana alam ini juga menimbulkan dampak sosial yang cukup menghebohkan. Salah satunya adalah aksi penjarahan yang terjadi di salah satu minimarket di pusat kota Sibolga. Aksi tersebut langsung menjadi viral setelah video amatir yang merekam kejadian itu beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah warga yang terlihat sangat panik dan kelaparan berlarian memasuki minimarket. Mereka dengan cepat mengambil barang-barang kebutuhan pokok seperti mie instan, beras, dan makanan siap saji, serta barang-barang lainnya yang mereka anggap penting untuk bertahan hidup. Beberapa di antaranya tampak tidak memperdulikan protokol kesehatan, bahkan berdesak-desakan dengan sesama warga.

Penyebab Aksi Penjarahan

Menurut penuturan sejumlah saksi mata, penjarahan terjadi setelah beberapa jam pasca-banjir yang menghantam wilayah tersebut. Hujan deras yang terus mengguyur sejak beberapa hari sebelumnya membuat Sungai Sibolga meluap, menyebabkan banyak rumah warga terendam. Di samping itu, kondisi cuaca buruk yang belum kunjung membaik membuat tim SAR kesulitan menjangkau daerah-daerah terdampak, sehingga bantuan tidak segera datang.

“Saya dan keluarga sudah beberapa jam di dalam rumah, semua sudah basah. Kami kelaparan dan sudah tidak tahu harus ke mana untuk mendapatkan makanan. Akhirnya, saya terpaksa ikut masuk ke minimarket untuk mencari makanan,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Aksi ini semakin memanas lantaran tidak ada pihak yang terlihat berusaha mencegah atau mengamankan minimarket tersebut. Beberapa warga bahkan terlihat membawa anak-anak kecil, menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan mereka akan pangan dan air bersih. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian atau jumlah orang yang terlibat dalam penjarahan tersebut.

Reaksi Pemerintah dan Pihak Terkait

Menyikapi kejadian ini, pemerintah setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sibolga dan Tapteng mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi yang terjadi. Kepala BPBD Tapteng, Budi Santoso, mengonfirmasi bahwa petugas sudah berupaya maksimal untuk mendistribusikan bantuan, namun kendala cuaca ekstrem dan terputusnya akses jalan menyebabkan bantuan datang terlambat.

“Kami sudah mengirimkan tim untuk menyalurkan bantuan, namun cuaca dan kondisi jalan yang rusak parah menyebabkan penyaluran menjadi terhambat. Kami meminta warga untuk tetap tenang dan sabar menunggu,” jelas Budi.

Sementara itu, Kapolres Sibolga, AKBP Agus Setiawan, juga mengimbau agar warga tetap menjaga ketertiban dan menghindari aksi-aksi yang merugikan. “Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi bantuan bisa segera dilakukan. Kami mengimbau warga agar tidak terprovokasi dan tetap sabar,” ujar Kapolres.

Kondisi Terkini di Lokasi Bencana

Hingga kini, wilayah yang terdampak banjir masih dalam kondisi darurat. Banyak rumah yang terendam air dengan ketinggian mencapai 2-3 meter. Akses ke beberapa daerah juga terputus akibat longsor dan genangan air yang tidak surut. Sebagian besar warga masih terjebak di rumah mereka tanpa akses ke pasokan pangan, sementara tim penyelamat terus berupaya menyalurkan bantuan ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampak.

Pemerintah dan berbagai lembaga sosial kini berkoordinasi untuk memberikan bantuan darurat berupa makanan, obat-obatan, dan peralatan kebersihan. Sementara itu, warga berharap agar bantuan segera datang untuk mengatasi kekurangan pangan yang semakin mendesak.

Aksi penjarahan yang terjadi di Sibolga menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih waspada dan siap menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Semoga bencana ini segera berakhir, dan warga yang terdampak dapat segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan untuk pulih dan melanjutkan kehidupan mereka.