ANGIN BERITA – Sebuah kebakaran besar melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong. Kebakaran ini menjadi salah satu bencana kebakaran paling mematikan di kota dalam beberapa dekade terakhir.
Penyebab awal kebakaran diduga bermula dari perancah bambu dan material renovasi yang mudah terbakar pada salah satu blok apartemen. Api dengan cepat menyambar ke blok lain akibat tertutup material scaffolding dan jaring pelindung yang tidak tahan api.
6 Fakta Utama Tragedi dan WNI Jadi Korban
Berikut enam fakta utama terkait kebakaran, termasuk dampak bagi Warga Negara Indonesia (WNI):
- Korban WNI: Empat WNI menjadi korban kebakaran dua orang meninggal dunia, dan dua lainnya mengalami luka. Konsulat RI di Hong Kong telah berkoordinasi intensif dengan aparat lokal untuk memantau kondisi korban.
- Total korban jiwa dan luka: Hingga data terbaru, minimal 94 orang tewas, sementara puluhan lainnya luka. Jumlah korban hilang atau belum ditemukan masih tinggi.
- Penangkapan terkait dugaan kelalaian: Polisi Hong Kong menangkap tiga pejabat dari perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas renovasi kompleks, atas dugaan kelalaian berat karena penggunaan material mudah terbakar dan scaffolding yang tidak aman.
- Penyebaran api sangat cepat: Api yang bermula dari perancah bamboo cepat menyebar ke sejumlah gedung, sehingga kebakaran mencapai “level tertinggi” dalam sistem alarm kebakaran kota.
- Evakuasi massal & kerusakan luas: Kompleks apartemen memiliki ribuan unit hunian. Ratusan warga dievakuasi dalam kondisi darurat, banyak fasilitas rusak, dan banyak penghuni kehilangan tempat tinggal.
- Tekanan terhadap keselamatan hunian & renovasi: Kebakaran ini memicu kritik keras terhadap prosedur renovasi dan standar keselamatan gedung, termasuk penggunaan material yang tidak tahan api dan kurangnya sistem keamanan modern.
Dampak Global & Respons Pemerintah
Tragedi ini mendapat kecaman luas dan perhatian internasional. Pemerintah Hong Kong langsung mengumumkan penyelidikan menyeluruh ke semua kompleks hunian yang sedang direnovasi, serta berjanji meningkatkan regulasi terhadap material dan prosedur konstruksi.
Bagi WNI dan komunitas Indonesia di Hong Kong, kejadian ini menjadi peringatan keras soal pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran atau penghuni asing, termasuk memeriksa legalitas kontrakan, kondisi bangunan, dan jalur evakuasi.
Pentingnya Standar Keselamatan Bangunan
Kebakaran di Wang Fuk Court menjadi alarm besar bahwa hunian vertikal, terutama yang sedang direnovasi, memerlukan pengawasan ekstra. Penggunaan material murah dan scaffolding tradisional ternyata bisa menjadi bom waktu jika tidak dipastikan aman.
Bagi warga baik lokal maupun asing kejadian ini menjadi pengingat penting untuk waspada: selalu pastikan kondisi bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan, jalur evakuasi jelas, dan memiliki alarm kebakaran atau detektor asap.
Tragedi ini meninggalkan duka dalam skala besar. Banyak korban, termasuk warga negara asing, menunjukkan bahwa krisis seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja. Semoga penyelidikan tuntas, pelaku bertanggung jawab, dan kejadian serupa tak terulang kembali.

