Getaran Gempa M 6,3 Aceh Terasa hingga Malaysia

Getaran Gempa M 6,3 Aceh Terasa hingga Malaysia

ANGIN BERITA – Wilayah Sinabang di pulau Simeulue, propinsi Aceh, diguncang gempa dengan magnitudo 6,3. Menurut data lembaga meteoro‑geofisika di Indonesia, BMKG, pusat gempa (episenter) berada di laut, sekitar 62 km barat laut Sinabang pada koordinat 2,67 LU dan 95,84 BT dengan kedalaman dangkal, yaitu sekitar 10 km.

Analisis mekanisme gempa menunjuk pada fenomena subduksi lempeng yaitu pergerakan lempeng Indo‑Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Gerakan itu disebut sebagai “thrust fault” (patahan naik), menjadikan gempa ini termasuk kategori megathrust.

Tidak hanya guncangan utama, BMKG juga mencatat adanya aktivitas susulan: hingga beberapa jam setelah gempa, terjadi setidaknya enam gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M 4,8. Meski gempa ini cukup kuat, pihak BMKG dan pihak terkait menyatakan bahwa saat ini tidak ada indikasi potensi tsunami.

Getaran Dirasakan Sampai Malaysia Reaksi & Catatan dari MetMalaysia

Menariknya, gempa ini tidak hanya terasa di Aceh dan wilayah sekitarnya di Indonesia getarannya juga dilaporkan sampai ke Malaysia. Berdasarkan keterangan dari MetMalaysia, gempa terjadi pukul 12.56 waktu setempat (Malaysia) dan tercatat dengan magnitudo 6,5 sedikit berbeda dari angka resmi di Aceh.

MetMalaysia mengatakan getaran terasa di wilayah pantai barat Semenanjung Malaysia.

Meskipun demikian dan ini penting tidak ada laporan kerusakan di Malaysia akibat gempa tersebut, serta tidak ada ancaman tsunami dari pihak MetMalaysia.

Fenomena “gempa Aceh terasa di Malaysia” menunjukkan betapa gelombang seismik dari Sumatra Barat / Aceh dapat menjangkau jauh terutama ke kawasan pesisir barat Semenanjung Malaysia meskipun negara tersebut secara geologis relatif stabil dibanding “cincin api” lempeng tektonik.

Wilayah Terdampak di Aceh & Skala Guncangan

Getaran gempa terasa luas di Aceh, tidak hanya di Simeulue / Sinabang saja: laporan menyebut beberapa wilayah lain merasakan gempa. Antara lain: Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, serta wilayah-wilayah lain di sekitar Aceh.

Menurut laporan intensitas gempa dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI), di Simeulue terdekat dengan pusat gempa getaran mencapai hingga IV MMI, artinya getaran terasa oleh banyak orang dalam rumah, jendela/pintu bisa berderik, objek ringan bisa bergerak. Di wilayah lain seperti Aceh Selatan dan Banda Aceh, intensitas tercatat di kisaran III–IV MMI atau III MMI.

Hingga sekarang (sesuai laporan media), belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan besar rumah roboh, infrastruktur rusak, atau kerugian masif akibat gempa. Implikasi Geologi: Megathrust & Zona Subduksi

Gempa ini adalah jenis “megathrust”, akibat pergerakan subduksi lempeng. Zona subduksi itu dikenal sebagai area “rawan gempa besar” di bagian barat Sumatra yang secara geologis bisa memproduksi gempa kuat dan, dalam kondisi tertentu, tsunami (meskipun kali ini tidak).

Menurut penjelasan dari BMKG, karakteristik yaitu lokasi episenter di jalur subduksi, kedalaman dangkal, dan mekanisme thrust membuat gempa ini “megathrust banget”.

Fenomena seperti ini menggarisbawahi bahwa meski pusat gempa jauh di laut, getarannya bisa terpancar cukup jauh, mencakup daerah pesisir Aceh bahkan sampai ke Malaysia tergantung arah gelombang, kedalaman, dan struktur geologi dasar laut serta tanah.

Respons dan Pantauan Pasca‑Gempa

Sejak gempa terjadi, BMKG melakukan pemantauan intensif terhadap potensi gempa susulan (aftershock) dan kemungkinan kondisi darurat bagi penduduk. Hingga pukul sekitar 13.00 WIB, enam gempa susulan tercatat meskipun dengan magnitudo jauh lebih kecil.

Pihak berwenang juga memastikan bahwa berdasarkan data terkini tidak ada potensi tsunami. Ini penting untuk meredakan kepanikan, terutama di pesisir Aceh dan wilayah laut di sekitarnya.

Sementara itu, di Malaysia, tidak ada laporan kerusakan atau korban getaran dirasakan, namun dampaknya minimal. MetMalaysia sudah merilis pernyataan resmi mengenai hal ini. Media dan lembaga geofisika akan terus memantau perkembangan termasuk kemungkinan gempa susulan sampai situasi dianggap aman.

Mengapa Getaran Bisa Terasa Sampai Malaysia Faktor Jarak & Geologi

Ada beberapa alasan mengapa getaran gempa di Aceh bisa sampai terasa di Malaysia:

  • Kekuatan gempa & kedalaman dangkal: Magnitudo 6,3 dengan kedalaman sekitar 10 km biasanya gempa dangkal menghasilkan getaran yang lebih terasa luas.
  • Zona subduksi & geologi dasar laut: Struktur lempeng dan jalur subduksi di Samudera Hindia bagian barat Sumatra bisa menghantarkan gelombang seismik jauh ke arah barat laut termasuk ke Semenanjung Malaysia.
  • Penyebaran gelombang seismik di air dan tanah: Gelombang lewat laut dan darat dapat merambat jauh, terutama jika tidak banyak hambatan struktur geologi.
  • Kondisi bangunan dan kerapuhan struktur di daerah terdampak jauh (termasuk high-rise building di Malaysia) meski dalam kasus kali ini tidak ada kerusakan besar, getaran masih bisa dirasakan.