PSI Klaim Jokowi Dimusuhi Banyak Orang Bukti Kekuatan dan Keberhasilan

PSI Klaim Jokowi Dimusuhi Banyak Orang: Bukti Kekuatan dan Keberhasilan

ANGIN BERITA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali membuat pernyataan kontroversial yang menarik perhatian publik nasional. Dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis dari markas mereka di Jakarta Pusat, PSI mengklaim bahwa kekuatan politik dan keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode kepemimpinannya telah menjadi alasan mengapa Presiden Jokowi dimusuhi oleh begitu banyak pihak.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menanggapi berbagai kritik keras yang terus dialamatkan kepada Presiden, terutama setelah berakhirnya masa jabatannya. PSI, yang secara terbuka mendukung keberlanjutan visi Jokowi melalui pemerintahan berikutnya, melihat serangan-serangan tersebut sebagai bentuk frustrasi politik terhadap sosok yang dinilai terlalu dominan dan berhasil mengubah peta kekuasaan.

Kekuatan Jokowi Ada pada Kepercayaan Rakyat

Menurut Grace Natalie, “Kekuatan Presiden Jokowi itu terletak pada kepercayaan rakyat yang sangat tinggi, yang dibuktikan dengan rekam jejak pembangunan infrastruktur, keberanian mengambil kebijakan strategis, dan konsistensinya bekerja dari bawah. Saat seorang pemimpin begitu kuat dan begitu dicintai rakyatnya, secara alami ia akan menciptakan musuh di antara elite yang merasa terancam atau ditinggalkan.”

Grace mencontohkan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga hilirisasi industri yang kerap menuai kritik pedas dari berbagai kelompok politik dan pengamat. Alih-alih melihatnya sebagai kritik membangun, PSI mengklaim bahwa banyak kritik tersebut didorong oleh motif politik.

“Banyak yang menyerang bukan karena kebijakannya buruk, tetapi karena mereka tidak suka siapa yang melakukannya dan seberapa berhasilnya dia melakukannya. Jokowi sudah berhasil membongkar banyak status quo dan oligarki. Wajar jika para pihak yang merasa nyaman dengan tatanan lama kini mencoba menjatuhkannya, bahkan setelah masa jabatannya selesai,” tambah Grace.

Membaca Pola Serangan Politik

PSI menilai bahwa serangan terhadap Jokowi memiliki pola yang terstruktur, melibatkan berbagai elemen mulai dari media sosial, aktivis, hingga tokoh-tokoh politik senior. Pola ini, menurut PSI, bertujuan untuk mendeligitimasi warisan politik Jokowi, terutama menjelang dan sesudah transisi kekuasaan.

“Jokowi tidak pernah membangun dinasti politik dalam artian tradisional, tetapi warisan terkuatnya adalah keberanian mengubah Indonesia. Warisan itulah yang kini dicoba dihancurkan oleh mereka yang khawatir perubahan ini akan terus berlanjut di bawah kepemimpinan yang baru. Mereka ingin Indonesia kembali ke cara-cara lama,” jelas juru bicara PSI lainnya, Sigit Widodo.

Pernyataan ini secara eksplisit mengacu pada perdebatan sengit mengenai keberlanjutan proyek-proyek strategis nasional, termasuk nasib IKN, yang menjadi simbol utama legacy Jokowi.

Reaksi Publik dan Elite Politik

Pernyataan PSI ini langsung memicu reaksi beragam di kalangan elite politik dan publik. Banyak pengamat yang menilai pernyataan PSI ini sebagai strategi politik PSI untuk menegaskan loyalitas mutlak mereka kepada Jokowi dan memosisikan diri sebagai “pembela” sang mantan Presiden di tengah badai kritik.

Namun, tidak sedikit pula yang menganggap pernyataan PSI ini sebagai simplifikasi berlebihan terhadap masalah politik yang kompleks. Mereka berpendapat bahwa kritik terhadap Jokowi adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi, dan tidak semua kritik harus dilihat sebagai permusuhan politik.

“Demokrasi yang sehat memerlukan kritik. Menganggap semua kritik sebagai permusuhan adalah cara berpikir yang tidak dewasa. Kami mengkritik IKN, misalnya, karena pertimbangan ekonomi dan lingkungan, bukan karena kami memusuhi individu Pak Jokowi,” ujar salah satu anggota DPR RI dari partai oposisi.

Meskipun demikian, PSI tetap pada pendiriannya, menegaskan bahwa intensitas dan masifnya kritik terhadap Jokowi, bahkan setelah ia tidak lagi menjabat, adalah bukti nyata dari kekuatan dan pengaruh politiknya yang luar biasa. PSI berjanji akan terus membela dan memastikan warisan pembangunan Jokowi tetap berjalan di era pemerintahan yang baru.

Inti dari pernyataan PSI adalah bahwa Jokowi, dengan power yang ia miliki dan keberaniannya dalam mengambil keputusan yang tidak populer di mata elite, telah menjadi target utama. Dan bagi PSI, ini adalah harga yang harus dibayar oleh seorang pemimpin besar yang telah berhasil membawa Indonesia ke arah kemajuan yang signifikan.