ANGIN BERITA – Ratusan warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang rela berdesakan dan mengantre panjang di bawah terik matahari pada Kamis (20/11/2025) hingga Jumat (21/11/2025) untuk mendapatkan bantuan pangan yang disalurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Program bantuan ini menjadi respons cepat pemerintah daerah terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, yang kian memberatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Antrean yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga ini telah terlihat sejak dini hari di beberapa titik lokasi penyaluran, seperti di area perkantoran kecamatan dan halaman kelurahan. Fenomena ini sekaligus menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan pangan bagi sebagian besar penduduk Kota Tangerang.
Lonjakan Harga dan Kebutuhan Mendesak
Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah isu kenaikan harga beras yang tak terkendali, bahkan mencapai rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di pasar tradisional. Bersamaan dengan itu, harga minyak goreng kemasan juga mengalami fluktuasi yang membuat masyarakat kesulitan mengalokasikan anggaran belanja dapur.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Dr. H. Ahmad Syafei, menjelaskan bahwa program bantuan ini merupakan upaya mitigasi risiko inflasi dan memastikan akses pangan bagi keluarga prasejahtera.
“Program ini adalah bagian dari komitmen Pemkot untuk meringankan beban masyarakat, terutama yang terdampak langsung oleh kenaikan harga beras dan minyak goreng. Kami fokus pada stabilitas pangan rumah tangga,” ujar Dr. Syafei saat meninjau langsung proses penyaluran di Kecamatan Jatiuwung.
Bantuan yang disalurkan berupa paket yang berisi 10 kilogram beras medium dan dua liter minyak goreng kemasan. Total kuota yang disiapkan Pemkot Tangerang dalam tahap pertama ini mencapai 15.000 paket yang akan didistribusikan secara bertahap di 13 kecamatan.
Mekanisme Penyaluran dan Kendala Lapangan
Proses penyaluran bantuan ini menggunakan mekanisme kupon dan melibatkan pendataan ketat oleh pihak kelurahan dan Rukun Tetangga (RT). Data penerima diutamakan bagi keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan masyarakat miskin ekstrem.
Meskipun telah menggunakan kupon dan jadwal yang teratur, antrean panjang tetap tak terhindarkan. Banyak warga datang lebih awal dari jadwal yang ditentukan, berharap bisa segera mendapatkan giliran dan menghindari penundaan.
“Saya datang jam empat pagi dari rumah. Takut kehabisan atau antreannya makin panjang kalau siang. Beras 10 kilo ini sangat membantu, karena harga beras di pasar sekarang sudah mahal sekali,” tutur Ibu Mariam (55), seorang penerima bantuan dari Kelurahan Karawaci, sambil memanggul karung berasnya.
Di beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Cibodas, sempat terjadi sedikit ketegangan karena jumlah warga yang hadir melebihi estimasi awal. Namun, berkat kesigapan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan aparat kelurahan, situasi berhasil dikendalikan dan proses penyaluran kembali berjalan tertib.
Tanggapan dan Harapan Masyarakat
Bantuan pangan ini disambut antusias oleh masyarakat. Mereka berharap program serupa dapat dilakukan secara rutin, mengingat tekanan ekonomi akibat kenaikan harga pangan diprediksi akan terus berlanjut hingga awal tahun depan.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang turut meninjau lokasi, menegaskan bahwa Pemkot akan terus memantau pergerakan harga di pasar dan siap meluncurkan program bantuan tahap berikutnya jika dibutuhkan. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
“Kami pastikan stok pangan di Kota Tangerang aman. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor. Kepada seluruh warga, mohon bersabar dan mengikuti mekanisme penyaluran agar semua berjalan lancar dan tertib. Prioritas kami adalah memastikan semua warga yang berhak mendapatkan haknya,” jelas H. Sachrudin.
Program bantuan ini menjadi langkah konkret Pemkot Tangerang dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tingkat rumah tangga, menghadapi tantangan global dan nasional terkait ketahanan pangan.

