Angin Berita – Jam pintar atau smartwatch tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga sebagai perangkat multifungsi untuk memantau aktivitas dan kesehatan pengguna. Beragam fitur canggih yang ditawarkan membuatnya semakin praktis.
1. Kurangi Kecerahan Layar dan Gunakan Mode Otomatis
Layar merupakan komponen yang paling banyak mengonsumsi daya pada smartwatch. Semakin tinggi tingkat kecerahan, maka semakin cepat baterai terkuras. Oleh karena itu, mengurangi kecerahan layar menjadi langkah paling sederhana namun paling efektif.
Banyak smartwatch modern sudah dilengkapi dengan sensor cahaya yang memungkinkan kecerahan berubah otomatis sesuai kondisi sekitar. Mengaktifkan fitur auto brightness akan membuat smartwatch menyesuaikan tingkat cahaya secara optimal tanpa harus terlalu terang.
Jika ingin penghematan lebih besar, pengguna dapat menurunkan kecerahan secara manual dan mematikan fitur always-on display (AOD) yang cenderung menguras daya secara signifikan. Memang tampilan layar yang selalu aktif membuat smartwatch terlihat lebih elegan, namun mematikan fitur ini dapat memperpanjang masa pakai baterai hingga 20โ30 persen.
2. Matikan Fitur yang Tidak Dibutuhkan
Smartwatch memiliki banyak sensor dan fitur, tetapi tidak semuanya perlu aktif setiap saat. Sensor seperti GPS, WiFi, NFC, dan Bluetooth perlu digunakan ketika fungsi tersebut dibutuhkan saja.
-
GPS: Aktifkan hanya saat olahraga luar ruangan seperti lari atau bersepeda. GPS yang menyala terus-menerus dapat menguras baterai dalam hitungan jam.
-
WiFi: Jika smartwatch selalu terhubung ke ponsel melalui Bluetooth, WiFi sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
-
NFC: Fitur pembayaran digital melalui jam tangan praktis, namun jika jarang digunakan, lebih baik dinonaktifkan.
-
Heart Rate Monitoring: Alih-alih pengukuran real-time yang berjalan terus-menerus, ubah ke mode pengukuran interval (misalnya setiap 10 menit).
Manajemen fitur ini sangat berpengaruh terhadap konsumsi baterai harian.
3. Kurangi Notifikasi yang Masuk ke Smartwatch
Salah satu fungsi penting smartwatch adalah memberikan notifikasi tanpa harus membuka ponsel. Namun, terlalu banyak notifikasi yang masuk justru membuat jam bekerja lebih intens, mengaktifkan layar berulang kali, dan pada akhirnya menguras daya.
Pengguna dapat melakukan filter notifikasi melalui aplikasi pendamping di smartphone. Nonaktifkan notifikasi dari aplikasi yang tidak terlalu penting, seperti game, promosi marketplace, atau media sosial yang jarang dibuka. Prioritaskan notifikasi untuk pesan penting, panggilan masuk, atau aplikasi kesehatan.
Dengan mengurangi notifikasi 30โ50 persen, konsumsi daya dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi fungsi dasar smartwatch.
4. Gunakan Mode Hemat Daya (Power Saving Mode)
Sebagian besar smartwatch modern dilengkapi dengan mode hemat daya. Mode ini dapat memperpanjang masa pakai baterai secara drastis dengan membatasi fungsi tertentu seperti:
-
refresh latar belakang
-
animasi layar
-
pembatasan aplikasi aktif
-
penonaktifan fitur-fitur otomatis
Beberapa merek bahkan memiliki mode ekstrem, seperti Ultra Power Saving Mode pada Samsung atau Power Reserve pada Apple Watch yang bisa membuat jam bertahan lebih dari dua hari dalam kondisi penggunaan minimal.
Mode hemat daya sangat berguna ketika pengguna sedang bepergian jauh, melakukan aktivitas luar ruangan, atau berada di situasi tanpa akses mudah ke charger.
5. Kelola Aplikasi dan Watch Face dengan Bijak
Tampilan watch face yang interaktif memang menarik, namun animasi dan widget yang terus diperbarui dapat menguras baterai lebih cepat. Pilih desain yang sederhana dan minim animasi untuk menghemat daya.
Selain itu, aplikasi pihak ketiga yang berjalan di smartwatch juga dapat mengonsumsi daya besar, terutama aplikasi olahraga, cuaca, atau pemutar musik. Disarankan untuk:
-
membatasi aplikasi yang berjalan di latar belakang
-
menonaktifkan auto sync yang tidak penting
-
menghapus aplikasi yang jarang digunakan
Beberapa pengguna melaporkan peningkatan daya tahan baterai hingga 10โ15 persen hanya dengan mengganti watch face ke versi lebih minimalis.
6. Perbarui Sistem Operasi dan Optimalkan Pengaturan
Vendor smartwatch rutin merilis pembaruan perangkat lunak untuk meningkatkan performa, keamanan, dan efisiensi daya. Dengan memperbarui OS ke versi terbaru, perangkat biasanya mendapatkan optimasi yang membuat konsumsi baterai lebih hemat.
Selain itu, pengguna dapat melakukan langkah tambahan seperti:
-
melakukan restart perangkat secara berkala
-
mengatur durasi screen timeout ke waktu yang lebih singkat
-
mematikan vibration intensity yang terlalu kuat
-
mengelola sinkronisasi data kesehatan secara manual
Semua langkah kecil ini, jika digabungkan, akan memberikan dampak besar terhadap ketahan baterai.
Kesimpulan: Kecil Namun Efektif
Menghemat baterai smartwatch bukan sekadar mematikan fitur, tetapi mengatur penggunaan secara cerdas. Keenam cara di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Dengan manajemen yang tepat, baterai smartwatch bisa bertahan lebih lama tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan.
Di era mobilitas tinggi seperti sekarang, smartwatch yang bertahan seharian penuh adalah kebutuhan utama. Dengan menerapkan tips di atas, pengguna dapat menikmati fungsi smartwatch dengan maksimal tanpa sering mencari colokan.

